Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

25 Januari, Dua Pengingat Kesehatan dari Meja Makan hingga Empati Sosial

Muhammad Awaludin • Minggu, 25 Januari 2026 | 08:00 WIB
Aktivitas makan bersama keluarga mencerminkan pesan Hari Gizi Nasional tentang pentingnya kebiasaan sehat dari rumah.
Aktivitas makan bersama keluarga mencerminkan pesan Hari Gizi Nasional tentang pentingnya kebiasaan sehat dari rumah.

RADAR PALU– Tanggal 25 Januari kerap berlalu tanpa banyak perhatian. Padahal, di balik rutinitas harian masyarakat, tanggal ini menyimpan dua pesan penting tentang kesehatan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Di Indonesia, 25 Januari diperingati sebagai Hari Gizi Nasional. Peringatan ini menjadi pengingat bahwa kesehatan tidak datang secara tiba-tiba, melainkan dibangun dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten di rumah. 

 

 

 

Apa yang dikonsumsi keluarga setiap hari berpengaruh besar terhadap tumbuh kembang anak, daya tahan tubuh, hingga produktivitas orang dewasa. Pola makan seimbang menjadi fondasi kesehatan jangka panjang.

Kementerian Kesehatan dalam berbagai laporan menyebutkan bahwa kualitas gizi keluarga masih menjadi tantangan, terutama pada kelompok anak dan remaja. Kondisi ini berpengaruh langsung terhadap kemampuan belajar, imunitas, dan kesehatan di usia produktif. 

Sejalan dengan itu, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pola konsumsi rumah tangga masih didominasi karbohidrat, sementara konsumsi protein, sayur, dan buah belum merata. Situasi ini menjadi salah satu faktor munculnya masalah gizi di berbagai daerah.

Masalah seperti stunting, gizi kurang, hingga kelebihan gizi masih ditemukan. Pola konsumsi tinggi gula, garam, dan lemak, serta minim asupan protein dan sayur, masih menjadi persoalan yang kerap ditemui dalam keseharian masyarakat.

Karena itu, pesan Hari Gizi Nasional tetap relevan hingga kini. Mengonsumsi makanan beragam, mencukupi protein, memperbanyak buah dan sayur, serta membatasi makanan tinggi gula dan lemak menjadi langkah sederhana yang terus dianjurkan otoritas kesehatan.

Di tingkat global, 25 Januari 2026 juga bertepatan dengan Hari Kusta Sedunia, yang diperingati setiap Minggu terakhir bulan Januari. Peringatan ini membawa pesan kemanusiaan yang tak kalah penting. 

Tema Hari Kusta Sedunia 2026, yang ditetapkan WHO, “Kusta dapat disembuhkan, tantangan sebenarnya adalah stigma,” menegaskan bahwa persoalan utama bukan lagi pada pengobatan. Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa kusta dapat ditangani melalui pengobatan yang tersedia di fasilitas kesehatan.

Namun, stigma sosial masih menjadi hambatan besar bagi banyak penyintas. Dalam praktiknya, stigma kerap membuat penderita memilih menyembunyikan kondisi kesehatan mereka karena takut dijauhi lingkungan sekitar.

Ketakutan akan penolakan sosial tersebut sering menyebabkan keterlambatan penanganan. Dampaknya bukan hanya pada kesehatan fisik, tetapi juga pada kehidupan sosial, keluarga, dan pekerjaan.

Dua peringatan pada 25 Januari ini menyampaikan pesan yang saling berkaitan. Kesehatan bukan hanya soal layanan medis, tetapi juga pengetahuan, kebiasaan, dan empati yang dibangun di tengah masyarakat.

Dari kebiasaan makan di rumah hingga cara memandang penyakit di lingkungan sekitar, 25 Januari mengajak masyarakat melihat kesehatan sebagai tanggung jawab bersama.***

Editor : Muhammad Awaludin
#data Kemenkes #Radar Palu #data bps #hari gizi nasional #hari kusta sedunia #gizi seimbang