RADAR PALU – Transaksi digitalisasi didorong untuk diterapkan bagi para pedagang yang berjualan di Pasar Tavanjuka. Upaya tersebut dilakukan seiring dengan rencana pengoperasian pasar yang dijadwalkan setelah Lebaran Idulfitri.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagind) Kota Palu, Irmawati Alkaf, mengatakan konsep Pasar Tavanjuka dirancang sebagai pasar modern yang mengedepankan sistem transaksi digital.
“Sudah, sementara pembuatan QRIS kemarin oleh BTN. Karena itu kan konsepnya pasar modern jadi memang seharusnya menggunakan digitalisasi,” kata Irmawati kepada Jawa Pos Radar Palu, Jumat (13/3/2026).
Menurutnya, penggunaan QRIS diharapkan dapat memudahkan proses transaksi antara pedagang dan pembeli di kawasan pasar tersebut.
Selain itu, pihak Disperdagind Kota Palu juga berupaya menyediakan fasilitas Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di dalam kompleks pasar untuk mendukung kemudahan transaksi bagi pedagang.
Ia menjelaskan, keberadaan ATM akan memudahkan pedagang untuk melakukan berbagai transaksi keuangan, seperti penarikan maupun penyetoran uang tunai.
“Karena memang kita sudah sarankan transaksi jual belinya harus digitalisasi,” ujarnya.
Irmawati menambahkan, digitalisasi transaksi merupakan bagian dari upaya pemerintah kota untuk menghadirkan sistem pengelolaan pasar yang lebih modern dan tertib.
Selain penerapan transaksi digital, Disperdagind Kota Palu juga berencana menerapkan sistem portal untuk pengelolaan parkir di kawasan pasar.
Melalui sistem tersebut, setiap pengunjung yang masuk kawasan pasar dapat langsung melakukan pembayaran parkir yang akan tercatat dan masuk ke kas daerah.
“Itu masih kita rencanakan portalnya. Kalau sekarang masih belum ada, tetapi ke depannya kita usahakan supaya lebih bagus dan lebih tertib,” tandasnya.(rna)
Editor : Mugni Supardi