RADAR PALU – Menjelang Idul Fitri , penjualan parcel mulai meningkat meski tidak seramai tahun-tahun sebelumnya.
Pemilik Mutiara Parcel, Inggrid Tano, mengatakan harga parcel yang ditawarkan cukup bervariasi sehingga dapat dijangkau berbagai kalangan masyarakat di Kota Palu maupun di luar daerah.
“Kalau harga sih paling murah Rp150 ribu. Jadi mulai dari Rp150 ribu sampai ada yang Rp3 juta,” ujar Inggrid Tano kepada Radar Palu saat ditemui pada Senin (9/3/202).
Menurutnya, parcel dengan harga lebih rendah masih menjadi pilihan utama pembeli. Parcel dengan kisaran Rp150 ribu hingga Rp200 ribu menjadi yang paling banyak diminati. “Yang paling banyak itu yang kecil-kecil, sekitar Rp150 ribu sampai Rp200 ribu,” katanya.
Ia mengungkapkan bahwa Mutiara Parcel juga melayani pengiriman pesanan ke luar kota. Namun, pengiriman masih terbatas di wilayah Sulawesi.
Terkait waktu pemesanan, Inggrid menyebut pesanan biasanya mulai diterima sekitar sepuluh hari menjelang Lebaran melalui sistem pemesanan terlebih dahulu atau pre-order.
“Kalau untuk PO, biasanya mulai sekitar 10 hari puasa,” ungkapnya.
Namun, ia mengakui kondisi penjualan saat ini tidak sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Meski demikian, tetap ada pembeli yang melakukan pemesanan dalam jumlah besar.
Untuk isi parcel sendiri menyediakan berbagai pilihan sesuai permintaan pelanggan. Selain makanan, tersedia pula parsel berisi barang keramik.
“Kita lebih banyak menyediakan barang keramik, karena tidak busuk. Tapi kalau ada yang minta makanan, kita layani sesuai yang mereka mau,” ujarnya.
Sementara itu, Pedagang parcel lainnya, Hamzah juga menyampaikan bahwa untuk penjualan parcel yang ditawarkan diharga Rp150 ribu hingga Rp2 Juta.
“Kalau untuk minat masyarakat bervariasi ya, seperti tadi itu ada yang ngambil 150 ribuan,” katanya.
Menurutnya, 10 hari menuju Lebaran pembelian parcel akan mulai ramai dan diminati oleh masyarakat untuk dibagikan kepada kerabat ataupun keluarga. Selain itu, di tempatnya sendiri menyediakan stok hingga 400 pcs dengan berbagai varian yang disesuaikan dengan keinginan pembeli.
“Kalau tiap tahun juga sama aja sih, tidak ada peningkatan yang terlalu signifikan tapi pembeli tetap ada dan untuk penjualannya sendiri juga kita ada ke luar daerah,” tandasnya. (rna)
Editor : Mugni Supardi