Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Jelang Sidang Isbat 2026, Hilal Diprediksi Tak Terlihat

Muhammad Awaludin • Kamis, 19 Maret 2026 | 19:39 WIB

Penentuan  rukyat hilal jelang Sidang Isbat 2026 untuk menentukan awal Syawal di Indonesia.
Penentuan rukyat hilal jelang Sidang Isbat 2026 untuk menentukan awal Syawal di Indonesia.

RADAR PALU - Menjelang Sidang Isbat penentuan Idul Fitri 2026, Kementerian Agama mengungkapkan posisi hilal belum memenuhi syarat visibilitas, sehingga awal Syawal diperkirakan mundur.

Pemerintah melalui Kementerian Agama akan menggelar Sidang Isbat untuk menentukan 1 Syawal 1447 Hijriah, Kamis (19/3/2026) malam. Sidang ini menjadi penentu resmi Hari Raya Idul Fitri di Indonesia. 

 

 

 

Namun sebelum sidang berlangsung, sinyal kuat sudah terlihat. Berdasarkan paparan dalam Seminar Posisi Hilal, hilal diprediksi belum bisa diamati. 

Anggota Tim Hisab Rukyat Kemenag, Cecep Nurwendaya, menyampaikan bahwa secara perhitungan astronomi, posisi hilal belum memenuhi kriteria yang ditetapkan MABIMS.

Di sejumlah wilayah, termasuk Aceh, tinggi hilal memang sudah menyentuh batas minimal 3 derajat. Tetapi elongasi belum mencapai angka 6,4 derajat.

“Ini yang menyebabkan hilal belum memenuhi syarat visibilitas,” jelas Cecep.
Secara keseluruhan, tinggi hilal di Indonesia berada pada kisaran 0,9 hingga 3,13 derajat. Sementara elongasi hanya berkisar 4,54 sampai 6,1 derajat.

Dengan kondisi tersebut, awal 1 Syawal 2026 diperkirakan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Prediksi ini berdasarkan metode hisab yang digunakan sebagai acuan awal.
Meski begitu, keputusan final tetap menunggu hasil Sidang Isbat. 

Dalam praktiknya, Indonesia menggunakan kombinasi metode hisab dan rukyat. Hisab menjadi dasar perhitungan, sementara rukyat berfungsi sebagai verifikasi langsung di lapangan.

Direktur Jenderal Bimas Islam Kemenag, Abu Rokhmad, memastikan Sidang Isbat dilakukan dengan prosedur yang ketat dan transparan.
Data yang digunakan berasal dari berbagai titik pemantauan hilal di seluruh Indonesia, lalu diverifikasi sebelum diputuskan.

Sidang ini juga melibatkan banyak unsur, mulai dari pakar astronomi, lembaga seperti BMKG dan BRIN, hingga organisasi masyarakat Islam.
“Karena melibatkan banyak pihak, hasil sidang memiliki legitimasi yang kuat,” kata Abu.

Masyarakat kini tinggal menunggu hasil Sidang Isbat 2026 malam ini yang akan menetapkan secara resmi kapan Idul Fitri dirayakan di Indonesia.***

Editor : Muhammad Awaludin
#Sidang Isbat 2026 #lebaran 2026 #Radar Palu #Hilal Syawal #idul fitri #Kemenag