RADAR PALU - Bupati Morowali Utara (Morut) Delis Julkarson Hehi mengajak kaum bapak Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) memperkuat ketahanan keluarga, menjadi teladan iman, dan tampil sebagai juru damai di tengah berbagai persoalan sosial serta ekonomi.
Pesan tersebut disampaikan Delis saat membuka Pertemuan Akbar Bapak GKST sekaligus peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 Persekutuan Bapak GKST di Lapangan Wita Mori, Klasis Beteleme, Kecamatan Lembo, Rabu (4/11/2026).
Delis hadir mewakili Gubernur Sulteng Anwar Hafid yang berhalangan hadir karena agenda lain. Kegiatan tersebut diikuti 4.132 peserta dari 27 klasis di wilayah pelayanan GKST.
Baca Juga: Pemkab Morut Evaluasi Dampak Tambang Nikel bagi Warga
Di hadapan ribuan peserta, Delis menegaskan bahwa kaum bapak memiliki tanggung jawab besar sebagai imam dan pemimpin keluarga. Peran tersebut harus diwujudkan melalui keteladanan, penguatan iman, serta kepedulian terhadap lingkungan sosial.
"Marilah kita menjadi berkat, bukan menjadi beban bagi bangsa ini. Marilah kita menjadi juru damai dan menjadi solusi bagi bangsa ini, bukan menjadi sumber perpecahan," kata Delis.
Delis mengingatkan bahwa keluarga saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Persoalan rumah tangga juga bersinggungan dengan tekanan ekonomi global yang berdampak terhadap kehidupan masyarakat.
Baca Juga: UNTAD dan BBTNLL Bangun Kemitraan Strategis Perkuat Konservasi dan Data Biodiversitas di TNLL
Dia menyebut sejumlah persoalan, mulai dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), inflasi biaya transportasi, terbatasnya lapangan pekerjaan, hingga penurunan investasi yang berpengaruh terhadap pendapatan keluarga.
Menurut Delis, keluarga harus menghadapi berbagai tekanan tersebut dengan keteguhan iman, doa, ketaatan, dan penyerahan diri kepada Tuhan.
Dia meyakini keluarga yang menjadikan Tuhan sebagai dasar kehidupan memiliki kekuatan untuk menghadapi berbagai pergumulan.
Baca Juga: DKPP Lantik 228 Tim Pemeriksa Daerah Periode 2026-2027
Selain ketahanan ekonomi dan spiritual, Delis juga mengingatkan pentingnya keteladanan orang tua dalam kehidupan bergereja.
Seorang bapak, katanya, tidak cukup hanya meminta anak-anak rajin beribadah. Orang tua harus terlebih dahulu memberikan contoh melalui perilaku sehari-hari.
"Jangan berharap anak kita ke gereja kalau bapaknya malas ke gereja," ujarnya.
Baca Juga: Febriyanthi Dorong Kader PKK Desa Lebih Inovatif
Karena itu, Delis mengajak kaum bapak GKST memperkuat kehidupan rohani keluarga, membangun komunikasi yang baik, serta memberikan teladan iman dan ketaatan kepada Tuhan.
Dia juga mengapresiasi Klasis Beteleme yang menjadi tuan rumah kegiatan tersebut. Delis meminta jemaat dan panitia memberikan pelayanan terbaik kepada peserta dari berbagai daerah.
Ketua Panitia Pelaksana, Krispen Hebret Masu, menjelaskan bahwa Pertemuan Akbar Bapak GKST mengusung tema Hiduplah sebagai Terang yang Membuahkan Kebaikan, Keadilan, dan Kebenaran.
Baca Juga: 12 Desa di Donggala Siap Diverifikasi untuk Program KNMP 2027
Panitia juga menetapkan subtema Imam dan Penopang dalam Membangun Keluarga Tangguh di Tengah Krisis. Kegiatan berlangsung selama enam hari, mulai 4 hingga 9 November 2026.
Berdasarkan data pendaftaran panitia, jumlah peserta mencapai 4.132 orang dari 27 klasis.
Panitia merancang pertemuan tersebut sebagai wadah persekutuan iman untuk mempererat persaudaraan, memperkokoh spiritualitas, serta meningkatkan kesadaran kaum bapak terhadap tanggung jawab dalam keluarga, gereja, dan masyarakat.
Baca Juga: Sri Atun Bantu Gereja Katolik, Berikan Tenda dan 200 Kursi
Selama kegiatan, peserta mengikuti berbagai perlombaan, seperti menyanyi solo, vokal grup, paduan suara, dan cerdas cermat Alkitab.
Panitia juga menggelar pertandingan bola voli, sepak takraw, renang, tenis meja, catur, dan domino.
Rangkaian kegiatan turut mencakup napak tilas serta penanaman bibit durian dan cokelat di kebun milik Klasis Beteleme.
Baca Juga: Bunda Wiwik Dorong Mahasiswa Menjadi Kader Penyampai Informasi Kesehatan
Ketua Persekutuan Bapak Sinode GKST, Frits Sam P. Kandori, menyebut perjalanan 58 tahun organisasi tersebut sebagai bukti penyertaan Tuhan dan perjuangan para pendahulu dalam membangun pelayanan kaum bapak.
Frits mengajak seluruh peserta menggunakan pertemuan akbar tersebut untuk memperbarui iman dan memperkuat komitmen pelayanan.
Dia mengingatkan bahwa kaum bapak memiliki panggilan sebagai pemimpin yang melayani, mengasihi, serta memberikan teladan iman kepada istri dan anak-anak.
Baca Juga: Disnaker Sulteng Dorong Kesempatan Kerja bagi Penyandang Disabiltas
Tanggung jawab tersebut juga harus terlihat melalui kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan bermasyarakat.
Sebagai bentuk kepedulian lingkungan, panitia merencanakan penanaman 400 bibit durian di kebun GKST yang dikelola Klasis Beteleme. Klasis Pamona Selatan menyumbangkan seluruh bibit tersebut.
Frits turut mengapresiasi dukungan Pemkab Morut terhadap penyelenggaraan kegiatan.
Baca Juga: Longki Djanggola Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Moutong Barat
Dia berharap GKST dapat menjadi tuan rumah Konsultasi Nasional Forum Komunikasi Pria Kaum Bapak Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (FK-PKB PGI).
Sementara itu, sambutan Ketua FK-PKB PGI yang berhalangan hadir dibacakan Sekretaris Umum FK-PKB PGI, Michael A. Roring.
Dalam sambutan tersebut, FK-PKB PGI mengajak kaum bapak menjadikan peringatan HUT ke-58 sebagai kesempatan mengevaluasi perjalanan pelayanan, memperbarui iman, dan memperkuat komitmen dalam menghadapi tantangan keluarga serta kehidupan sosial.
Baca Juga: Kapolda Sulteng dan Pangdam Palaka Wira Perkuat Barisan Jaga Keamanan Wilayah
Bupati Morut membuka kegiatan secara resmi melalui pemukulan gong. Acara kemudian berlanjut dengan defile kontingen dari 27 klasis yang menampilkan yel-yel sebagai simbol semangat, kekompakan, dan persaudaraan.
Sejumlah pejabat dan tokoh turut menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya Anggota DPD RI daerah pemilihan Sulteng Febriyanthi Hongkiriwang, Wakil Bupati Morut Djira Kendjo, dan Kapolres Morut AKBP Junaidy Anthonius Weken.
Hadir pula Wakil Ketua I DPRD Morut Megawati Ambo Asa, sejumlah anggota DPRD, unsur TNI, jajaran perangkat daerah, pimpinan Sinode GKST, para pendeta, serta tamu undangan lainnya.
Baca Juga: Kemenkum Sulteng Harmonisasi Tiga Ranperwali untuk Perkuat Inovasi dan Daya Saing Kota Palu
Pertemuan Akbar Bapak GKST ini diharapkan memperkuat persekutuan dan persaudaraan lintas klasis. Kaum bapak juga diharapkan mampu menghadirkan keteladanan, menjaga keutuhan keluarga, serta membawa nilai kebaikan dan perdamaian di tengah masyarakat. (***)
Editor : Ilham Nusi