RADAR PALU - Jalan nasional ruas Tompira-Keuno sepanjang 848 meter di Desa Bungintimbe, Kecamatan Petasia Timur, Kabupaten Morowali Utara (Morut) kini memiliki konstruksi beton rigid.
PT Stardust Estate Investment (SEI) bersama sejumlah perusahaan tenant membiayai dan mengerjakan perbaikan jalan tersebut melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).
Peresmian sekaligus serah terima pekerjaan berlangsung Selasa (8/9/2026). Wakil Bupati Morut H. Djira Kendjo menghadiri kegiatan tersebut mewakili Bupati Delis Julkarson Hehi.
Baca Juga: Tunggakan Catering PT SEI Rp645 Juta Belum Terbayar
PT SEI mengerjakan beton rigid sepanjang 848 meter dengan lebar enam meter dan ketebalan 25 sentimeter.
Perusahaan mengerjakan proyek tersebut bersama PT Gunbuster Nickel Industry (GNI), PT Nadesico Nickel Industry (NNI), dan PT Satya Amerta Havenport (SAH).
Pemerintah melalui Satuan Kerja (Satker) Wilayah IV BPJN Sulawesi Tengah (Sulteng) turut mendukung dan mengawasi pelaksanaan pekerjaan.
Baca Juga: Dinas Koperasi Sulteng Fasilitasi 40 UMKM Kantongi Sertifikat Halal
Direktur PT SEI Chen Jie mengatakan perusahaan menyediakan seluruh peralatan, material, dan tenaga kerja untuk menyelesaikan pekerjaan.
"Pekerjaan rigid beton sepanjang 848 meter ini kami laksanakan dalam bentuk CSR, dengan menyediakan seluruh peralatan, material, dan tenaga kerja yang dibutuhkan," kata Chen Jie.
Perusahaan mengikuti spesifikasi teknis yang ditetapkan BPJN Sulteng, termasuk klasifikasi beton yang digunakan.
Baca Juga: Karhutla Hanguskan 5 Hektare Lahan di Tojo, Pemadaman Masih Berlangsung
Chen menjelaskan, BPJN mulai menginisiasi rencana perbaikan pada April 2025. Setelah perusahaan dan pemerintah menyelesaikan proses administrasi serta koordinasi perencanaan, pekerjaan mulai berlangsung pada Februari 2026.
Perusahaan menyelesaikan pekerjaan pada Juni 2026.
PT SEI bersama para tenant mengeluarkan biaya Rp7.150.534.743 untuk mengerjakan perbaikan jalan nasional Tompira-Keuno tersebut.
Baca Juga: Kemenkum Sulteng Dalami Strategi Penguatan Layanan Bantuan Hukum
Pekerjaan menghadapi tantangan karena ruas jalan relatif sempit. Selain itu, jalan tersebut tetap berfungsi sebagai jalur nasional yang menghubungkan wilayah antarkabupaten hingga antarprovinsi.
Koordinasi antara perusahaan, pemerintah, BPJN, dan pihak terkait membuat pekerjaan dapat berjalan hingga selesai.
Chen mengatakan PT SEI bersama perusahaan tenant sebelumnya juga telah memberikan dukungan untuk perbaikan jalan di Bungintimbe.
Baca Juga: Kejari Morut Proses Laporan Dana CSR Desa Ganda-Ganda
Sebelumnya, pada November 2023, perusahaan mengerjakan beton sepanjang 128 meter. Kemudian pada Agustus 2024, perusahaan mendukung pengaspalan jalan nasional sepanjang 563 meter di Bungintimbe.
Perusahaan kembali memberikan dukungan pada Maret 2025 dengan menyediakan alat berat untuk membantu pembenahan jalan.
"Semoga hasil pekerjaan yang telah dilaksanakan dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat dan seluruh pengguna jalan di Desa Bungintimbe," ujar Chen.
Baca Juga: Tantangan Program Berani di Tengah Penurunan Pertumbuhan Ekonomi Sulteng
Wabup Djira Kendjo mengapresiasi dukungan PT SEI, PT GNI, PT NNI, PT SAH, BPJN Sulteng, dan pemerintah dalam memperbaiki jalan nasional Bungintimbe.
Djira mengatakan kondisi jalan sebelum perbaikan menghambat mobilitas masyarakat. Lubang dan kondisi berlumpur juga meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengguna jalan.
"Jalan merupakan sarana transportasi yang sangat vital. Kita bisa merasakan betapa sulitnya ketika jalan berlubang, berlumpur, dan memiliki potensi kecelakaan yang besar. Hari ini kondisinya sudah jauh berbeda dan jauh lebih baik," katanya.
Baca Juga: Jalan Tagolu-Tentena Bakal Buka Tutup, Pelebaran Dimulai September 2026
Menurut Djira, kolaborasi pemerintah dan dunia usaha dapat membantu mempercepat pembangunan infrastruktur di Morowali Utara.
Pemerintah daerah tidak dapat memenuhi seluruh kebutuhan pembangunan hanya dengan mengandalkan APBD.
"Anggaran Rp7 miliar adalah angka yang sangat besar bagi daerah. Kalau pemerintah daerah yang membangun sendiri, tentu akan ada kebutuhan lain yang harus dikorbankan. Karena itu, kami sangat berterima kasih kepada PT SEI dan perusahaan-perusahaan yang telah memberikan kontribusi nyata," ujarnya.
Baca Juga: Sengkarut Agraria: Urgensi BRAN dan Keadilan Sosial-Ekologis
Djira juga mengapresiasi dukungan Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid dan BPJN Sulawesi Tengah terhadap peningkatan infrastruktur jalan di Morowali Utara.
Dia meminta masyarakat ikut menjaga jalan yang telah diperbaiki agar manfaatnya dapat berlangsung dalam jangka panjang.
"Jalan ini bukan hanya untuk karyawan perusahaan. Jalan ini digunakan oleh masyarakat kita semua. Karena itu, mari kita manfaatkan sekaligus menjaga dan memeliharanya," ujarnya.
Baca Juga: Bupati Delis Janji Benahi Jalan dan Layanan Dasar Dusun Pelia
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 4.3 Provinsi Sulawesi Tengah Stenly Arthur Massie, mewakili Kepala BPJN Sulteng dalam kegiatan tersebut menjelaskan, PT SEI dan para tenant membiayai serta mengerjakan proyek beton rigid sepanjang 848 meter.
BPJN menjalankan fungsi pengawasan agar pekerjaan memenuhi ketentuan teknis dan koridor hukum.
"Ini adalah CSR, tanggung jawab moral perusahaan. Pekerjaannya dibiayai dan dikerjakan oleh perusahaan, sementara kami melakukan pengawasan," kata Stenly.
Baca Juga: Polda Sulteng Hormati Putusan PN Palu, Proses Hukum Anggota DPD RI Rafiq Alamri Tetap Berlanjut
Menurut Stenly, jalan nasional memiliki fungsi strategis karena menghubungkan wilayah antarkabupaten, antarkota, hingga antarprovinsi.
BPJN juga akan melanjutkan penanganan beberapa bagian jalan di sekitar lokasi. Pekerjaan berikutnya mencakup pengaspalan dan repair agar ruas jalan tetap fungsional.
Stenly meminta pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat mendukung pekerjaan tersebut, terutama ketika petugas perlu melakukan penanganan jalan yang bersifat mendesak.
Baca Juga: BRI dan RSUD Undata Perkuat Kerja Sama, Mudahkan Pembayaran Administrasi Pasien
Dia berharap kolaborasi pemerintah dan perusahaan terus berjalan untuk mendukung pembangunan infrastruktur, sosial, ekonomi, dan lingkungan di Morut.
"Kiranya bukan hanya sampai di sini. Kita berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, balai, dan pelaku usaha bisa terus berlanjut," tandasnya.
Perbaikan jalan nasional Tompira-Keuno tidak hanya memperkuat badan jalan. Infrastruktur yang lebih baik juga dapat memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi barang di wilayah Bungintimbe dan sekitarnya.
Baca Juga: Bupati Delis Usulkan Sekolah Nasional Terintegrasi
Peningkatan akses jalan juga membuka peluang bagi aktivitas ekonomi masyarakat berjalan lebih lancar. Kondisi jalan yang mantap membantu pengguna jalan melakukan perjalanan dengan lebih aman dan nyaman.
Rangkaian kegiatan peresmian ditutup dengan pemukulan gong oleh Wabup Morut, dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti oleh Direktur PT SEI Chen Jie bersama Wabup Djira, serta peninjauan langsung jalan yang telah diperbaiki. (***)
Editor : Ilham Nusi