Si-Bunak Disiapkan Cegah Bantuan Petani dan Peternak Salah Sasaran

Muhammad Awaludin • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 15:08 WIB
Kadis Perkebunan dan Peternakan Sulawesi Tengah Muhammad Neng
Kadis Perkebunan dan Peternakan Sulawesi Tengah Muhammad Neng

 

RADAR PALU – Penyaluran bantuan bagi petani dan peternak kerap menghadapi persoalan ketepatan data. Untuk menekan potensi salah sasaran, Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi Sulawesi Tengah mulai memperkuat sistem digitalisasi melalui aplikasi Si-Bunak.

Sistem ini dirancang untuk mengintegrasikan berbagai data sektor perkebunan dan peternakan dalam satu basis informasi.

Mulai dari data bantuan bibit perkebunan, bantuan ternak, alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga data pengamatan organisme pengganggu tanaman (OPT).

Baca Juga: PT SJA 2 Gerak Cepat Bantu Padamkan Kebakaran di Desa Petiro

Si-Bunak juga memuat data kebun sumber benih, penangkar benih, lalu lintas ternak, inseminasi buatan, penyakit hewan hingga pemotongan hewan.

Integrasi tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi pemerintah dalam menentukan kebijakan dan menyalurkan intervensi secara lebih akurat.

Kepala Disbunnak Sulawesi Tengah Muhammad Neng mengatakan penguatan program berbasis data menjadi salah satu langkah yang terus didorong instansinya, bersamaan dengan peningkatan disiplin kerja dan pengembangan inovasi.

Baca Juga: Delis Ajak Alumni LPMI Perkuat Pelayanan untuk Bangsa

Digitalisasi data dinilai penting agar kebijakan pemerintah tidak hanya bergantung pada laporan manual, tetapi didukung informasi yang lebih terukur dan dapat diperbarui.

Dengan data yang terintegrasi, pemerintah diharapkan dapat memetakan kebutuhan petani dan peternak secara lebih jelas. Risiko bantuan diterima pihak yang tidak tepat sasaran pun diharapkan dapat diminimalkan.

Selain pengembangan Si-Bunak, Disbunnak Sulawesi Tengah juga mendaftarkan sembilan inovasi dalam ajang Innovation Government Award (IGA).

Langkah tersebut menjadi bagian dari penguatan tata kelola dan upaya mengejar target kinerja organisasi.

Pengembangan sistem digital ini juga berkaitan dengan pelaksanaan Perjanjian Kinerja 100 Hari Kerja antara Gubernur Sulawesi Tengah dan Kepala Disbunnak Sulteng.

Ke depan, basis data yang semakin lengkap diharapkan tidak berhenti sebagai instrumen administrasi.

Baca Juga: PTUN Palu Panggil Lagi Bupati Banggai, Eksekusi Putusan 6 Kades Kembali Disidangkan

Data tersebut ditargetkan menjadi alat untuk menentukan intervensi yang benar-benar dibutuhkan masyarakat, terutama di sektor perkebunan dan peternakan yang menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat Sulawesi Tengah.

Jika berjalan optimal, digitalisasi melalui Si-Bunak diharapkan mampu mengarahkan bantuan pemerintah ke wilayah dan kelompok yang membutuhkan, termasuk kantong-kantong kemiskinan.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan sistem tersebut bukan sekadar jumlah data yang berhasil dihimpun, melainkan sejauh mana data itu mampu diterjemahkan menjadi kebijakan yang meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak.***

Editor : Muhammad Awaludin
Bantuan Petani Si-Bunak digitalisasi data Berani Makmur Disbunnak Sulteng