Dewan Adat Wita Mori dan Dandim Morowali Bahas Jembatan hingga Air Bersih

Ilham Nusi • Dipublikasikan Minggu, 30 Agustus 2026 | 16:45 WIB
SILATURAHMI: Dandim 1311/Morowali Letkol Inf. Boyke Baja Imanuel Sirait, M.A, M.Mos, perdana jumpa dengan perwakilan Dewan Adat Wita Mori di Kolonodale, Kamis (27/8/2026). (FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU)
SILATURAHMI: Dandim 1311/Morowali Letkol Inf. Boyke Baja Imanuel Sirait, M.A, M.Mos, perdana jumpa dengan perwakilan Dewan Adat Wita Mori di Kolonodale, Kamis (27/8/2026). (FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU)

 

RADAR PALU - Dewan Adat Wita Mori menyampaikan sejumlah kebutuhan prioritas masyarakat saat berdiskusi dengan Komandan Kodim (Dandim) 1311/Morowali Letkol Inf. Boyke Baja Imanuel Sirait, Kamis (27/8/2026).

Pertemuan tersebut berlangsung di Kolonodale dalam agenda silaturahmi dan diskusi antara Dandim 1311/Morowali dengan Dewan Adat Wita Mori Kabupaten Morowali Utara (Morut).

Kegiatan ini turut dihadiri Danramil 1311-03/Petasia Kapten Inf. Amrul serta sejumlah perwakilan Dewan Adat Wita Mori, yakni Guslan Tomboelu, Alderman Mbatono, Ebet Kristo, Irwan Pombalawo, Djefri Tomuka, dan L Sirima.

Baca Juga: Torehkan Emas di Bandung, Atlet Muda Sulteng Justru Berjuang Tanpa Sokongan Penuh Daerah

Dalam pertemuan itu, Dewan Adat Wita Mori menyampaikan berbagai kebutuhan masyarakat yang dinilai perlu mendapat perhatian. 

Usulan tersebut meliputi pembangunan jembatan pada jalur jalan produksi dan jalan tani, penyediaan sarana air bersih, serta bantuan bagi warga yang menempati rumah tidak layak huni.

Pertemuan itu sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung persoalan dan kebutuhan di wilayahnya kepada Dandim 1311/Morowali.

Baca Juga: PLN dan Kemendikdasmen Siapkan Fasilitas Olahraga untuk Morowali Utara

Selain menyerap aspirasi, mereka juga membahas sejumlah program prakarsa TNI yang berpotensi mendukung pembangunan desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Langkah proaktif Dandim dalam menggali kebutuhan masyarakat mendapat apresiasi dari peserta pertemuan.

"Terima kasih kepada Dandim yang sudah proaktif menggali informasi dan menerima program kebutuhan prioritas bagi masyarakat yang telah kami usulkan," ujar salah satu peserta pertemuan.

Baca Juga: Kemenkum Sulteng Buka Pendaftaran Hak Cipta Lagu Gratis

Dandim Baja Sirait menekankan pentingnya keberadaan Koperasi Merah Putih di setiap desa.

Menurut dia, koperasi tersebut dapat menjadi salah satu instrumen untuk mendorong pertumbuhan dan meningkatkan ekonomi masyarakat desa.

Baja juga menyampaikan bahwa pimpinan TNI di daerah akan terus membangun koordinasi dengan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

Koordinasi tersebut mencakup berbagai program pembangunan, khususnya program yang berkaitan dengan peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga: Sri Atun Soroti Tingginya Keterlibatan Perempuan dalam Kasus Narkoba di Sulteng

Dalam kesempatan itu, Baja Sirait juga mengungkapkan rencana pembangunan dua panti asuhan wilayah Morowali dan Morut.

Rencana pembangunan panti asuhan tersebut mendapat dukungan Kepala Desa Korowou, Djefri Tomuka.

Djefri menyatakan kesediaannya menghibahkan sebidang tanah milik pribadi untuk digunakan sebagai lokasi pembangunan panti asuhan.

Baca Juga: Baja Sirait Gandeng Jurnalis Morut Sambut HUT TNI ke-81

Dukungan itu katanya bentuk kepedulian bersama dalam menghadirkan fasilitas sosial yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi anak-anak yang membutuhkan.

Berbagai program dan kebutuhan yang dibahas dalam pertemuan diharapkan tidak berhenti pada tahap pembahasan.

Masyarakat berharap usulan tersebut dapat direalisasikan secara nyata sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan warga.

Baca Juga: Hari Pertama Usai, Sulteng Ukir Prestasi di Panggung Nasional Lempar Bilah dan Kapak

"Tentunya kita nantikan ending-nya. Semoga benar-benar membawa harapan dan kepercayaan bagi masyarakat," kata Djefri. (***)

Editor : Ilham Nusi
Dewan Adat Wita Mori Dandim 1311/Morowali morowali utara Aspirasi