RADAR PALU – Bunda Literasi Kabupaten Sigi, Siti Halwiyah, mendorong setiap desa di wilayah Kabupaten Sigi memiliki pojok baca sebagai upaya mendekatkan akses masyarakat terhadap bahan bacaan sekaligus meningkatkan minat baca.
Hal tersebut disampaikan Siti Halwiyah saat diwawancarai Selasa (25/8/2026). Ia menilai, budaya membaca perlu dibangun dari lingkungan terdekat masyarakat, termasuk di ruang-ruang pelayanan publik.
Menurutnya, kantor desa menjadi salah satu lokasi strategis untuk menghadirkan pojok baca. Masyarakat yang datang mengurus berbagai keperluan administrasi dapat memanfaatkan waktu menunggu dengan membaca buku yang telah disediakan.
Baca Juga: Bupati Sigi Dorong Gerakan Bersama Menuju Zero TB
“Setiap kantor desa harus ada pojok baca, supaya mereka tidak lagi hanya duduk menunggu proses layanan administrasi. Sambil antre, sambil melihat bahwa ada buku, mereka pasti mengambil untuk dibaca. Itu cara untuk menarik minat baca,” ujar Siti.
Ia menilai, meningkatkan minat baca masyarakat tidak mesti dilakukan dengan mengajak masyarakat datang ke perpustakaan. Sebaliknya, bahan bacaan dan informasi perlu dihadirkan di tempat-tempat yang menjadi pusat aktivitas dan pelayanan masyarakat.
“Kita ingin informasi-informasi bacaan itu ada di tempat pelayanan publik, baik itu di sekolah yang wajib juga, kantor desa, puskesmas,” katanya.
Baca Juga: Perkuat Budaya Baca, Perpustakaan Sigi Gandeng DPRD dan Dinkes
Menurut Siti, keberadaan pojok baca di berbagai fasilitas publik merupakan salah satu inovasi sederhana untuk mendekatkan buku kepada masyarakat. Dengan demikian, aktivitas membaca tidak hanya dilakukan ketika masyarakat berkunjung ke perpustakaan, tetapi juga dapat menjadi kebiasaan dalam keseharian.
Siti Halwiyah juga mengajak seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk ikut berkolaborasi dalam membangun budaya literasi. Menurutnya, peningkatan minat baca bukan hanya menjadi tanggung jawab satu instansi, melainkan membutuhkan sinergi dari seluruh pihak.
“Ayo kita terus membangun inovasi untuk bagaimana kita semua dinas harus berkolaborasi. Bagaimana kita juga mengejar terkait dengan Kabupaten Layak Anak. Kita terus bersinergi dalam rangka bagaimana literasi ini terus dicintai oleh semua anak dan masyarakat,” pungkasnya.
Baca Juga: DPRD-Pemkab Sigi Sepakati KUA-PPAS Perubahan APBD 2026, Tinggal Masuk Tahap Penyusunan
Ia berharap, pojok baca yang hadir di kantor desa, sekolah, puskesmas, maupun ruang pelayanan publik lainnya dapat menjadi pintu masuk untuk menumbuhkan kebiasaan membaca di tengah masyarakat.
Dengan semakin mudahnya masyarakat menemukan bahan bacaan di ruang-ruang publik, waktu menunggu pelayanan diharapkan tidak lagi terbuang begitu saja, tetapi dapat dimanfaatkan untuk menambah pengetahuan dan wawasan.(***)
Editor : Muchsin Siradjudin