RADAR PALU - Bupati Morowali Utara (Morut) Delis Julkarson Hehi mendorong seluruh bidan di daerahnya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan guna mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.
"Peran bidan sangat menentukan keberhasilan pembangunan kesehatan, terutama sejak masa kehamilan hingga seribu hari pertama kehidupan anak," ujar Bupati Delis.
Pesan tersebut disampaikan Bupati Delis saat menghadiri Musyawarah Cabang (Muscab) III Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Morut 2026 yang digelar di Gedung Morokoa, Jumat (17/7/2026).
Baca Juga: ESI Morut Tolak Hasil Musorkab KONI, Minta KONI Sulteng Tunjuk Caretaker
Di hadapan pengurus IBI Provinsi Sulawesi Tengah, pengurus cabang, dan ratusan bidan, Delis mengapresiasi dedikasi para bidan yang selama ini menjadi garda terdepan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Morut.
Delis menyebut keberhasilan pembangunan kesehatan dimulai sejak masa kehamilan hingga seribu hari pertama kehidupan. Pada fase tersebut, bidan memegang peran penting dalam memastikan lahirnya generasi yang sehat, cerdas, dan sejahtera.
"Bidan adalah ujung tombak pelayanan kesehatan. Ketika seribu hari pertama kehidupan berjalan dengan baik, kita sedang menyiapkan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan berkualitas. Karena itu, saya mengajak seluruh bidan terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat," ujarnya.
Baca Juga: Morowali Utara Raih Pengakuan Nasional Pelayanan Jamaah Haji
Bupati Delis juga menyampaikan apresiasi kepada pengurus IBI yang telah menyelesaikan masa baktinya atas kontribusi mereka dalam memajukan organisasi dan mendukung pembangunan kesehatan di Morut.
Kepada pengurus baru yang akan terpilih, dia berpesan agar terus membangun komunikasi dan sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Morowali Utara.
Menurut Delis, kolaborasi antara organisasi profesi dan pemerintah daerah menjadi kunci untuk meningkatkan kompetensi bidan melalui pelatihan, peningkatan keterampilan, dan penguatan kapasitas pelayanan kesehatan.
Baca Juga: Ketua DPRD Tegaskan Morowali Utara Belum Terima Dana Pinjaman PT SMI
Dia juga membuka ruang bagi pengurus IBI untuk menyampaikan program-program prioritas setelah Muscab dan rapat kerja selesai dilaksanakan.
"Jangan ragu mengomunikasikan program kepada pemerintah daerah. Setelah rapat kerja selesai, mari kita duduk bersama melihat mana program prioritas yang bisa kami dukung. Di tengah efisiensi anggaran, kami tetap akan memprioritaskan program yang benar-benar berdampak bagi peningkatan kualitas bidan dan pelayanan kesehatan masyarakat," katanya.
Dalam arahannya, Delis mengingatkan bahwa profesi bidan bukan sekadar pekerjaan, tetapi merupakan bentuk pengabdian yang memiliki nilai kemanusiaan dan ibadah.
Baca Juga: Lumpur Tambang Timbun Sekolah di Morowali, Ketua Fraksi PKB DPRD Sulteng Sebut PT GMU Hanya Berteori
Untuk memotivasi para peserta, ia membagikan pengalaman saat masih menjabat Kepala Puskesmas Tomata. Saat itu, ia pernah memberikan pelayanan dan obat-obatan secara gratis kepada masyarakat yang kurang mampu karena meyakini setiap kebaikan akan mendapat balasan dari Tuhan.
Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa pengabdian yang tulus akan memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi berkah bagi pelakunya.
Delis menilai berbagai indikator pembangunan kesehatan di Morut terus menunjukkan tren positif. Penurunan angka stunting, meningkatnya derajat kesehatan masyarakat, hingga membaiknya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tidak terlepas dari kerja keras para bidan yang setiap hari melayani masyarakat, terutama di wilayah pedesaan.
Baca Juga: Morowali Utara Bersiap Terapkan Sistem I-DRG, Mutu Layanan RSUD Kolonodale Ditarget Naik
Dia berharap, Muscab III IBI Morut menghasilkan kepengurusan yang solid serta program kerja yang mampu meningkatkan profesionalisme bidan dan memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat setempat.(***)
Editor : Muchsin Siradjudin