RADARPALU - Rencana pembukaan penerbangan internasional rute Palu - Guangzhou, Tiongkok, memasuki tahap akhir.
Kepala Bandara Mutiara SIS Al-Jufri Palu, Prasetiyohadi, mengatakan molornya jadwal pembukaan rute internasional tersebut disebabkan proses perizinan.
"Untuk penerbangan internasional ini izinnya menyangkut dua negara, yaitu Indonesia dan China. Kemarin sempat alot karena pihak China menunda perizinan Garuda di sana, sementara Indonesia juga menunggu izin untuk China Southern karena sifatnya resiprokal," ujarnya.
Baca Juga: Wagub Sidak Tiga Puskesmas di Morowali, Serap Keluhan Pasien hingga Tenaga Kesehatan
Menurut Prasetiyohadi, mekanisme resiprokal tersebut berkaitan dengan hak angkut (traffic rights) yang diatur dalam perjanjian bilateral penerbangan antara Indonesia dan Tiongkok.
Saat ini, kata dia, proses perizinan telah mencapai tahap finalisasi sehingga pembukaan rute internasional kembali dijadwalkan.
"Rencananya yang sudah fix itu Garuda mulai 6 Agustus. Untuk China Southern diupayakan bisa beroperasi pada tanggal yang sama," katanya.
Baca Juga: Banggar DPRD Sulteng Mulai Bahas KUA-PPAS 2027, Pembahasan Masih Sebatas Brainstorming
Garuda Indonesia nantinya akan melayani rute Jakarta–Palu–Guangzhou. Pesawat akan membawa penumpang reguler dari Jakarta menuju Palu sebelum melanjutkan penerbangan ke Guangzhou dengan mengangkut penumpang, termasuk tenaga kerja.
Sementara China Southern direncanakan melayani penerbangan langsung Guangzhou–Palu secara reguler. Jadwal yang diajukan maskapai tersebut adalah mendarat di Palu sekitar pukul 01.50 Wita dan kembali lepas landas menuju Guangzhou pukul 02.50 Wita.
Berbeda dengan China Southern, penerbangan Garuda dari Palu menuju Guangzhou direncanakan berangkat sekitar pukul 20.00 Wita.
Di sisi lain, Bandara Mutiara SIS Al-Jufri Palu terus mematangkan berbagai persiapan untuk menyambut beroperasinya penerbangan internasional tersebut.
Persiapan meliputi penyelesaian fasilitas terminal internasional, pemasangan peralatan pendukung, hingga koordinasi dengan instansi Customs, Immigration and Quarantine (CIQ).
"Sementara ini kami masih finalisasi perapihan terminal dan koordinasi dengan CIQ. Peralatan juga sedang diinstal. Penyekatan area terminal internasional sudah selesai," jelas Prasetiyohadi.
Baca Juga: Nobar Piala Dunia 2026 di Palu Membludak, Puluhan Ribu Warga Padati Tiga Lokasi
Selain infrastruktur, peningkatan kapasitas sumber daya manusia juga dilakukan. Petugas bandara telah mengikuti pelatihan dasar bahasa Mandarin selama dua bulan guna meningkatkan pelayanan kepada penumpang asal Tiongkok.
Tak hanya itu, papan informasi di terminal juga akan dilengkapi dengan tiga bahasa, yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Mandarin.
"Persiapan pada dasarnya sudah siap. Tinggal menunggu penyelesaian perizinan di tingkat pusat," tandasnya.(acm)
Editor : Mugni Supardi