Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

PUPRPKPD Morut Kejar Pemulihan SPAM IKK Petasia

Ilham Nusi • Rabu, 15 Juli 2026 | 18:14 WIB
MEMBERSIHKAN: Tak tinggal diam, kaum perempuan di Desa Ganda Ganda ikut membersihkan bak penampung di bangunan IPA SPAM IKK Petasia. (FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU).
MEMBERSIHKAN: Tak tinggal diam, kaum perempuan di Desa Ganda Ganda ikut membersihkan bak penampung di bangunan IPA SPAM IKK Petasia. (FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU).

RADAR PALU - Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman Daerah (PUPRPKPD) Kabupaten Morowali Utara (Morut) terus mempercepat perbaikan SPAM IKK Petasia guna memulihkan layanan air bersih bagi masyarakat Kolonodale dan sekitarnya. 

Proses pemeliharaan yang didanai PT Halmahera Internasional Resources (HIR) itu menyasar seluruh sistem, mulai dari intake, Instalasi Pengolahan Air (IPA), hingga jaringan distribusi ke pelanggan.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPRPKPD Morut, Fahrudin Lalu, mengatakan pekerjaan semula ditargetkan selesai pada 17 Juli 2026. Namun, jadwal tersebut masih dapat berubah karena tim menemukan sejumlah pekerjaan tambahan di lapangan.

Baca Juga: Rencana Pinjaman PT SMI, Sekkab Morut: Bukan untuk Bayar Utang Daerah

SALURAN: Pemeliharaan SPAM IKK Petasia dimulai dari pembersihan saluran intake di Dusun V Lambolo, Desa Ganda Ganda. (FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU).
SALURAN: Pemeliharaan SPAM IKK Petasia dimulai dari pembersihan saluran intake di Dusun V Lambolo, Desa Ganda Ganda. (FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU).

 

"Waktu pelaksanaan juga menyesuaikan hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP). Anggaran perbaikan sebesar Rp287,5 juta baru turun sekitar sembilan hari setelah RDP terakhir," kata Fahrudin dihubungi Radar Palu, Rabu (15/7/2026).

Sebelumnya, DPRD Morut mengidentifikasi tiga perusahaan yang diduga berkaitan dengan kerusakan infrastruktur dan pencemaran sumber air, yakni PT Halmahera Internasional Resources (HIR), PT Sumber Swarna Perkasa (SSP), dan PT Sumber Permata Selaras (SPS).

PUPRPKPD Morut memilih melakukan pemeliharaan secara menyeluruh agar distribusi air bersih kembali normal.

Baca Juga: Pemkab Morut Dukung Hilirisasi Sawit untuk Kesejahteraan Rakyat

Tahap pertama dimulai dengan membersihkan intake air baku Ance Ombo di Dusun V Lambolo, Desa Ganda-Ganda. Selanjutnya, tim membersihkan Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Dusun III serta memperbaiki sistem Scada dan jaringan kelistrikan.

Pekerjaan kemudian dilanjutkan dengan pemasangan 20 pentil udara, pemeriksaan check valve pada pipa induk berdiameter 10 inci, hingga perbaikan jaringan distribusi berdiameter 3 inci, 2 inci, dan 1/2 inci menuju pelanggan di tiga kelurahan di Kota Kolonodale.

Menurut Fahrudin, seluruh pekerjaan itu merupakan satu sistem yang saling terhubung sehingga tidak bisa diperbaiki secara parsial.

Baca Juga: Serikat Buruh PT NNI Lawan Efisiensi Sepihak, DPRD Morut Jadwalkan RDP Lanjutan

Saat ini tim teknis memusatkan pekerjaan pada jaringan pipa berdiameter dua inci dari Batu Masusun hingga Kampung Bugis. Perbaikan bahkan telah menjangkau kawasan sekitar Islamic Center.

Selain memperbaiki pipa yang rusak, petugas juga membersihkan endapan lumpur yang menghambat distribusi air.

Fahrudin memastikan seluruh material telah tersedia sehingga pekerjaan tidak hanya dilakukan pada titik tertentu, tetapi menyeluruh di sepanjang jaringan.

Baca Juga: Kepala Disdikbud Morut Bungkam, Wakil Ketua Komisi I Sentil Efisiensi Anggaran Pendidikan

"Pipa yang putus sudah kami sambung kembali. Sambungan yang tidak sesuai standar juga kami bongkar dan perbaiki," ujarnya.

Selama proses pemeliharaan, tim menemukan sejumlah sambungan langsung ke jaringan utama yang diduga menyebabkan debit air ke pelanggan berkurang.

Temuan lain adalah banyaknya rumah yang tidak lagi memiliki meter air, meski sambungan pelanggan masih tersedia.

Baca Juga: Banggar DPRD Morut dan TAPD Bahas Perhitungan APBD 2025

"Hilangnya meter air itu masih kami telusuri, apakah rusak atau memang dilepas," kata Fahrudin.

Dia juga mengimbau masyarakat ikut menjaga jaringan distribusi dengan menutup saluran setelah digunakan agar air tidak terbuang ketika terjadi kebocoran.

PUPRPKPD Morut mengaku tetap melakukan pengawasan rutin terhadap jaringan air meski menghadapi keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi.

Fahrudin menegaskan seluruh personel tetap turun ke lapangan karena memiliki tanggung jawab memulihkan pelayanan air bersih.

Menurutnya, pekerjaan baru bisa dimulai sekitar delapan hingga sembilan hari setelah RDP. Kini proses pemeliharaan telah memasuki minggu ketiga.

Tim teknis akan melanjutkan pekerjaan dari Lorong Beropa menuju kawasan pertokoan, Kantor Kelurahan Kolonodale, pelabuhan, hingga Jalan Mangga 2.

Meski pekerjaan berlangsung, distribusi air tidak dihentikan sepenuhnya.

"Air tetap kami alirkan sambil pekerjaan dilakukan bertahap di berbagai titik," ujar Fahrudin.

Fahrudin menjelaskan air kembali berwarna merah bukan karena kerusakan instalasi, melainkan akibat limpasan sedimen dari kawasan hulu ketika hujan deras.

Dia mengatakan intake telah dibersihkan selama tiga hari berturut-turut, sedangkan Instalasi Pengolahan Air dibersihkan selama empat hingga lima hari.

"Masalah utamanya sekarang bukan di instalasi, tetapi sedimen dari daerah hulu yang terbawa ke sungai," jelasnya.

Fahrudin menegaskan Dinas PUPRPKPD tidak seharusnya menjadi pihak yang sepenuhnya disalahkan atas terganggunya layanan SPAM IKK Petasia.

Dia menjelaskan seluruh fasilitas, mulai dari intake, IPA hingga jaringan perpipaan dibangun menggunakan anggaran pemerintah dan berfungsi normal sejak beroperasi pada 2020 hingga awal 2023.

Namun kondisi berubah setelah aktivitas pengerukan terjadi di bagian hulu intake.

"Kalau ditelusuri berdasarkan kronologi, kerusakan ini berkaitan erat dengan aktivitas perusahaan di kawasan hulu," tegasnya.

Dia menyayangkan aset negara bernilai miliaran rupiah mengalami kerusakan sehingga membutuhkan biaya pemeliharaan yang besar.

Karena itu, PUPRPKPD berharap seluruh perusahaan yang beraktivitas di kawasan tersebut ikut mendukung proses pemulihan layanan air bersih.

Persoalan lain yang dihadapi SPAM IKK Petasia adalah minimnya jumlah petugas.

Saat ini hanya dua personel yang bertugas di Instalasi Pengolahan Air sehingga pengawasan terhadap intake belum maksimal.

Fahrudin mengusulkan penambahan personel atau dukungan tenaga dari perusahaan yang beroperasi di sekitar kawasan intake.

Petugas SPAM, Taming, mengatakan pengawasan lebih banyak dilakukan di IPA karena lokasi intake berada sekitar empat hingga lima kilometer dari instalasi dan harus melewati kawasan pertambangan.

"Kalau di IPA dekat. Setiap malam kami pantau cuaca. Begitu air mulai keruh, langsung kami tutup supaya lumpur tidak masuk," katanya.

Menurut Taming, membersihkan pipa dan instalasi saja tidak akan menyelesaikan persoalan apabila kondisi di hulu tidak dibenahi.

"Yang paling penting perusahaan melihat kondisi di atas. Kalau masih ada longsoran dan anak sungai membawa lumpur ke sungai besar, setiap hujan air pasti merah lagi," ujarnya.

PUPRPKPD Morut mulai melibatkan masyarakat Dusun III dan Dusun IV Desa Ganda-Ganda dalam proses pemeliharaan SPAM IKK Petasia.

Langkah ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa memiliki terhadap fasilitas air bersih sekaligus meningkatkan pengawasan di sekitar kawasan intake.

Setelah seluruh pekerjaan teknis selesai, PUPRPKPD Morut akan menggelar sosialisasi kepada pelanggan SPAM IKK Petasia.

Sosialisasi akan melibatkan masyarakat di tiga kelurahan dan Desa Ganda-Ganda. Pemerintah akan menjelaskan aturan pelayanan, hak dan kewajiban pelanggan, serta tarif layanan air bersih.

Fahrudin menjelaskan kapasitas intake SPAM IKK Petasia mencapai sekitar 60 liter per detik.

Sistem ini didukung tiga reservoir berkapasitas 200 meter kubik, 200 meter kubik, dan 500 meter kubik.

Dengan kapasitas tersebut, pemerintah belum berencana menambah jaringan pelanggan. Fokus utama saat ini adalah mengoptimalkan sistem yang sudah ada.

"Saat ini SPAM IKK Petasia melayani 3.065 sambungan rumah," tambah Fahrudin.

Di sisi lain, Humas PT HIR, Budiono, membantah anggapan bahwa aktivitas tambang perusahaan menjadi penyebab keruhnya air baku Ance Ombo.

"Benar ada aktivitas HIR, tetapi lokasinya jauh dari sumber air baku dan intake SPAM IKK Petasia," katanya, Rabu.

Budiono juga meminta masyarakat mengecek langsung lokasi bukaan tambang PT HIR.

Dia menambahkan, berdasarkan informasi dari Kepala Teknik Tambang PT HIR, hasil pemeriksaan Inspektur Tambang tidak menemukan persoalan pada lokasi operasi perusahaan.(***)

Editor : Muchsin Siradjudin
Pemulihan SPAM Kolonodale Pembersihan saluran morowali utara