RADARPALU - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sulawesi Tengah terus memperluas Program Kampung Iklim (Proklim) sebagai upaya meningkatkan ketahanan masyarakat dalam menghadapi dampak perubahan iklim.
Kepala DLH Sulawesi Tengah, Wahid Irawan mengatakan, program tersebut telah berjalan di 12 kabupaten dan satu kota.
Sejumlah lokasi bahkan telah diusulkan ke Kementerian Lingkungan Hidup untuk memperoleh dukungan pendanaan pengembangan kawasan berbasis pelestarian lingkungan.
Baca Juga: Lapangan Talise Valangguni Hampir Rampung, Siap Cetak Bibit Pesepak Bola Muda
Salah satu kawasan yang diusulkan berada di Kelurahan Lasoani, Kota Palu. Kawasan tersebut dinilai berhasil mengembangkan ruang hijau berbasis partisipasi masyarakat sehingga layak memperoleh dukungan pengembangan lebih lanjut.
"Kelurahan Lasoani itu ada satu lokasi yang selama ini masyarakat berinsiatif membuat semacam tempat untuk mereka mulai menanam. Nah kawasan seperti itulah yang kita usulkan ke pusat" terang Wahid saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (30/6/2026).
Menurutnya, Proklim menjadi salah satu strategi pemerintah dalam mendorong keterlibatan masyarakat menjaga lingkungan melalui penghijauan, pengelolaan sampah, konservasi air hingga pengurangan emisi.
Baca Juga: Jersey Argentina Laris Manis, Piala Dunia Angkat Omzet Pedagang Jersey di Kota Palu
"Proklim ini yang kemudian dijadikan sebagai sarana kampung iklim yang hijau, asri, yang mana masyarakat itu bisa santai, berkreasi, atau kumpul dengan warga sekitar" katanya
Ia mengungkapkan, selain Kota Palu, sejumlah daerah lain seperti Sigi, Poso, Donggala dan Banggai juga telah menjalankan Program Kampung Iklim.
Beberapa di antaranya bahkan telah memperoleh penghargaan nasional dan kini diusulkan naik ke kategori Proklim Lestari.
"Beberapa lokasi itu sudah diimplementasikan, contohnya sekarang saya lagi kirim tim ke Banggai, bagian Moilong. Mereka kemarin sudah dapat penghargaan proklim nasional, dan mau naik ke lestari" ungkap Wahid
Ia berharap semakin banyak desa dan kelurahan yang terlibat dalam program tersebut sehingga upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim dapat dilakukan mulai dari tingkat masyarakat. (cr3)
Editor : Mugni Supardi