Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Anwar Hafid Ajak Kampus Jadi Mitra Riset, KKN Diminta Fokus Petakan Kebutuhan Masyarakat

Muhammad Awaludin • Senin, 29 Juni 2026 | 13:13 WIB
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menyampaikan kuliah tamu di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat, Palu, Senin (29/6/2026), membahas peran kampus dalam mendukung visi Sulteng Nambaso. Foto: Ro. Adpim Sulteng 
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menyampaikan kuliah tamu di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat, Palu, Senin (29/6/2026), membahas peran kampus dalam mendukung visi Sulteng Nambaso. Foto: Ro. Adpim Sulteng 

 

RADAR PALU – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, mendorong perguruan tinggi mengambil peran lebih besar dalam pembangunan daerah. Menurutnya, kampus tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga harus menjadi penghasil riset yang mampu menjawab persoalan riil masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Anwar saat menjadi pembicara dalam kuliah tamu bertema Kampus Berdampak untuk Sulteng Nambaso: Inovasi, Riset, dan Pengabdian dalam Mendukung Transformasi Daerah di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat (UNISA) Palu, Senin (29/6/2026).

Di hadapan Rektor Universitas Alkhairaat Muhammad Yasin, dosen, mahasiswa, dan sivitas akademika, Anwar mengusulkan agar setiap perguruan tinggi memiliki desa binaan sebagai laboratorium pengabdian masyarakat. 

Baca Juga: Tarif Sewa Gedung Kesenian Palu Jadi Sorotan, Pengelola: Rp4,5 Juta Bukan untuk Semua Kegiatan

Ia juga meminta program Kuliah Kerja Nyata (KKN) diarahkan pada pemetaan kebutuhan masyarakat atau needs assessment, bukan hanya melaksanakan kegiatan fisik yang bersifat sementara.

"Mahasiswa harus hadir mendengar langsung kebutuhan masyarakat. Dari situlah lahir rekomendasi yang benar-benar dibutuhkan daerah," ujarnya.

Menurut Anwar, hasil riset mahasiswa dan dosen akan jauh lebih bermanfaat apabila dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan daerah. 

Baca Juga: Wagub Sulteng Minta Kepala OPD Tinggalkan Pola Kerja Seremonial, Fokus pada Hasil

Ia menilai sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi merupakan kunci untuk mempercepat terwujudnya visi Sulteng Nambaso yang berorientasi pada pembangunan sumber daya manusia.

Dalam kesempatan itu, Anwar juga menjelaskan bahwa visi Sulteng Nambaso lahir dari evaluasi terhadap berbagai persoalan pembangunan, terutama di sektor pendidikan.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menemukan masih banyak lulusan SMP yang tidak melanjutkan ke SMA, serta lulusan SMA yang gagal mengenyam pendidikan tinggi. Kondisi tersebut, kata Anwar, sebagian besar dipicu keterbatasan ekonomi keluarga.

"Kami telusuri penyebabnya. Kami bertanya langsung kepada masyarakat mengapa anak-anak mereka tidak melanjutkan sekolah. Jawaban yang paling dominan adalah karena biaya pendidikan," katanya.

Berangkat dari temuan itu, pemerintah meluncurkan program Berani Cerdas untuk memperluas akses pendidikan, termasuk melalui bantuan bagi siswa SMA/SMK, mahasiswa, hingga Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) guna mengurangi beban biaya yang ditanggung orang tua.

"Saya punya keyakinan, Sulawesi Tengah hanya akan maju jika pendidikannya maju," tegas Anwar. 

Baca Juga: Harganas 2026: Gubernur Sulteng Ingatkan Orang Tua Jangan Serahkan Pengasuhan kepada Gawai

Selain pendidikan, ia memaparkan delapan program prioritas lain yang tergabung dalam konsep 9 Berani, di antaranya Berani Sehat, Berani Lancar, Berani Menyala, Berani Bergerak, Berani Panen Raya, Berani Tangkap, dan Berani Berkah.

Menurutnya, seluruh program tersebut dirancang untuk menjawab persoalan mendasar di Sulawesi Tengah, mulai dari kemiskinan, kualitas pendidikan, layanan kesehatan, infrastruktur, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Anwar optimistis kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat akan mempercepat terwujudnya Sulawesi Tengah yang maju melalui penguatan sumber daya manusia, inovasi, dan riset yang berdampak langsung bagi pembangunan daerah.***

Editor : Muhammad Awaludin
#Universitas Alkhairaat #KKN #Riset #Anwar Hafid #Sulteng Nambaso