RADAR PALU – Ribuan jamaah memadati halaman Kantor Gubernur Sulawesi Tengah pada Jumat pagi (19/6/2026). Mereka mengikuti rangkaian Sholat Subuh Berjamaah, Dzikir Bersama, Jumat Subuh Berkah, sekaligus memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.
Kegiatan yang berlangsung khusyuk itu dihadiri Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, unsur Forkopimda, hingga masyarakat Kota Palu. Momentum tersebut juga menjadi bagian dari pelaksanaan program Berani Berkah yang digagas Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
Sejak sebelum Subuh, jamaah mulai berdatangan memenuhi area pelataran kantor gubernur. Rangkaian kegiatan diawali dengan Sholat Subuh berjamaah, dilanjutkan Sujud Tilawah, dzikir bersama, doa bersama, hingga tausiyah keagamaan.
Baca Juga: Gubernur Sulteng Tetapkan Status Tanggap Darurat Gempa 7 Hari, Empat Daerah Masuk Wilayah Terdampak
Dalam sambutannya, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid mengajak masyarakat menjadikan Tahun Baru Islam sebagai momentum memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT. Menurutnya, berbagai peristiwa yang terjadi, termasuk bencana alam yang kembali dirasakan masyarakat Sulawesi Tengah dalam beberapa waktu terakhir, perlu dimaknai sebagai pengingat untuk meningkatkan keimanan.
Ia menilai pembangunan daerah tidak hanya ditopang oleh kerja pemerintahan semata, tetapi juga membutuhkan kekuatan doa dan kebersamaan masyarakat.
"Berbagai peristiwa yang kita alami harus menjadi pengingat agar kita semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT," ujar Anwar di hadapan ribuan jamaah.
Baca Juga: Gubernur Sulteng Anwar Hafid Batalkan Hadiri FGD DPD RI, Pilih Tinjau Korban Gempa M 6,7 di Sigi
Anwar menjelaskan, pemerintah memiliki dua tujuan utama, yakni menghadirkan kesejahteraan dan rasa aman bagi masyarakat. Karena itu, menurutnya, penguatan nilai spiritual perlu berjalan beriringan dengan pembangunan dan pelayanan publik.
Melalui program Sulteng Berjamaah dan Sulteng Mengaji yang menjadi bagian dari Berani Berkah, Pemprov Sulteng berupaya membangun budaya religius di lingkungan pemerintahan maupun masyarakat.
Anwar juga mengajak ASN menjadikan kegiatan Subuh Berjamaah sebagai kebiasaan yang terus dijaga. Ia meyakini, semakin banyak aparatur yang memulai aktivitas dengan ibadah dan doa, semakin besar pula harapan hadirnya keberkahan bagi daerah.
"Kalau daerah ini berkah, maka masyarakat akan merasakan kesejahteraan dan pemerintah dapat bekerja lebih baik," katanya.
Sementara itu, tausiyah agama disampaikan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah, Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, M.Ag. Dalam ceramahnya, ia menekankan pentingnya dzikir sebagai sarana menghadirkan ketenangan jiwa di tengah berbagai tantangan kehidupan.
Menurutnya, makna dzikir tidak sekadar menyebut nama Allah SWT, tetapi juga menghadirkan kesadaran spiritual dalam setiap tindakan dan keputusan hidup.
"Dengan banyak mengingat Allah, hati akan menjadi tenang. Ketenangan itulah yang sangat dibutuhkan, terutama saat menghadapi berbagai ujian kehidupan," ujarnya.
Baca Juga: Gubernur Sulteng Kerahkan Tim Darurat Pascagempa M 6,7, Rumah Sakit Siapkan Tenda
Pemprov Sulawesi Tengah berharap kegiatan Jumat Subuh Berkah dapat terus dilaksanakan secara konsisten dan menjadi gerakan bersama yang diikuti pemerintah kabupaten dan kota di seluruh Sulawesi Tengah.
Selain Gubernur dan Wakil Gubernur, kegiatan tersebut turut dihadiri Kapolda Sulawesi Tengah, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah, pimpinan DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, pimpinan perangkat daerah, serta berbagai elemen masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.***
Editor : Muhammad Awaludin