Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Modus Baru Penipuan Digital, Pelaku Catut Nama Gubernur Sulteng untuk Minta Data Rekening

Muhammad Awaludin • Senin, 8 Juni 2026 | 20:10 WIB
Tangkapan layar pesan WhatsApp yang mencatut nama Gubernur Anwar Hafid dan meminta data rekening dengan iming-iming hadiah. Informasi tersebut dipastikan hoaks dan berpotensi menjadi modus penipuan digital. FOTO: Dinas Kominfo Santik Sulteng 
Tangkapan layar pesan WhatsApp yang mencatut nama Gubernur Anwar Hafid dan meminta data rekening dengan iming-iming hadiah. Informasi tersebut dipastikan hoaks dan berpotensi menjadi modus penipuan digital. FOTO: Dinas Kominfo Santik Sulteng 

 

RADAR PALU – Warga Sulawesi Tengah diminta lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan yang memanfaatkan nama pejabat publik. Kali ini, sebuah pesan berantai yang beredar melalui aplikasi WhatsApp mencatut nama Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, untuk meminta data pribadi dan informasi rekening penerima pesan. 

Pesan tersebut menyebut penerima sebagai salah satu dari "10 orang tercepat yang dihubungi" dan diklaim berhak memperoleh hadiah. Untuk mendapatkan hadiah tersebut, penerima diminta mengirimkan sejumlah data pribadi, seperti nama pemilik rekening, nomor rekening, nama bank, hingga identitas lainnya. 

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memastikan informasi yang beredar tersebut tidak benar dan bukan berasal dari Gubernur Sulawesi Tengah maupun instansi resmi pemerintah daerah. 

Baca Juga: Anggota DPRD Palu Pilih Bersepeda ke Kantor, Bawa Pesan Hemat Energi

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Provinsi Sulawesi Tengah, Wahyu Agus Pratama, menegaskan bahwa pesan tersebut merupakan hoaks yang berpotensi menjadi sarana penipuan digital. 

Menurutnya, hasil penelusuran yang dilakukan menunjukkan tidak ada program resmi maupun kegiatan pemerintah yang berkaitan dengan pemberian hadiah seperti yang disebutkan dalam pesan berantai tersebut. 

Waspadai Permintaan Data Pribadi 

Baca Juga: Pemkot Palu Perketat Pengawasan Kelurahan, Pastikan Warga Tak Terabaikan

Wahyu mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap pesan yang menjanjikan hadiah atau keuntungan tertentu, terlebih jika disertai permintaan data pribadi dan informasi perbankan. 

Data rekening, identitas diri, maupun informasi keuangan merupakan data sensitif yang dapat disalahgunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk berbagai tindak kejahatan, termasuk penipuan dan pencurian identitas. 

Karena itu, masyarakat diminta tidak memberikan informasi pribadi kepada pihak yang identitasnya tidak jelas serta menghindari mengklik tautan mencurigakan yang dikirim melalui aplikasi pesan instan. 

Informasi Resmi Hanya Melalui Kanal Pemerintah 

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menegaskan seluruh informasi terkait program pemerintah, bantuan sosial, pemberian hadiah, maupun kegiatan pemerintahan selalu disampaikan melalui kanal komunikasi resmi pemerintah dan media yang terpercaya. 

Masyarakat juga diimbau untuk melakukan verifikasi terlebih dahulu sebelum mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang diterima melalui media sosial atau aplikasi perpesanan. 

Menurut Wahyu, meningkatnya aktivitas digital masyarakat harus diimbangi dengan kemampuan memilah informasi agar tidak mudah menjadi korban hoaks maupun kejahatan siber. 

Pemprov Sulteng mengajak masyarakat menerapkan prinsip "saring sebelum sharing" dalam setiap menerima informasi di ruang digital. Langkah sederhana tersebut dinilai penting untuk mencegah penyebaran hoaks sekaligus melindungi masyarakat dari berbagai modus penipuan yang terus berkembang. 

Pemerintah kembali menegaskan bahwa klaim penerima pesan sebagai pemenang atau penerima hadiah dari Gubernur Sulawesi Tengah merupakan informasi palsu dan menyesatkan.***

Editor : Muhammad Awaludin
#Penipuan Digital #Hoaks WhatsApp #Keamanan Data Pribadi #Anwar Hafid #Diskominfosantik Sulteng