Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

PAPDI Sulteng dan Pemprov Bersinergi Dorong Pendidikan Dokter Spesialis di Daerah

Mugni Supardi • Minggu, 24 Mei 2026 | 20:32 WIB
PAPDI Cabang Sulawesi Tengah periode 2025–2028 resmi dilantik di Palu, Sabtu (23/5).(IST)
PAPDI Cabang Sulawesi Tengah periode 2025–2028 resmi dilantik di Palu, Sabtu (23/5).(IST)

RADARPALU - Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Cabang Sulawesi Tengah periode 2025–2028 resmi dilantik di Palu, Sabtu (23/5). Pelantikan tersebut dirangkaikan dengan kegiatan ilmiah Palu Impact ke-3 Tahun 2026.

Kegiatan itu dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Tengah sekaligus Ketua IDI Wilayah Sulteng dr. Reni A. Lamadjido, SpPK, M.Kes., Ketua Umum PP PAPDI dr. Eka Ginanjar, SpPD-KKV, jajaran pengurus PAPDI, serta tenaga kesehatan dan akademisi.

Ketua PAPDI Sulteng terpilih dr. Sarniwaty Kamissy, SpPD., FINASIM mengatakan, PAPDI Sulteng saat ini memiliki 62 dokter spesialis penyakit dalam dan menjadi salah satu organisasi profesi spesialis terbesar di daerah tersebut.

Baca Juga: Antisipasi Kejadian seperti di Bali, Lapas Palu Temukan Tiga Ponsel dalam Razia

“Kami berharap ke depan program pendidikan dokter spesialis penyakit dalam bisa segera dibuka di Sulawesi Tengah untuk memenuhi kebutuhan dokter spesialis di daerah terpencil, perbatasan dan kepulauan,” ujarnya.

Menurut dia, keberadaan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Penyakit Dalam di Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako menjadi langkah strategis untuk memperkuat layanan kesehatan di Sulawesi Tengah.

Sarniwaty menegaskan, PAPDI Sulteng akan terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.

Baca Juga: Bulog Sulteng Serap 8.700 Ton Beras hingga Mei 2026, Samai Capaian Setahun Penuh 2025

“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Sulawesi Tengah sehingga pelayanan kesehatan dapat berjalan semakin baik,” katanya.

Wakil Gubernur Sulteng dr. Reni A. Lamadjido menyebut pemerintah daerah saat ini tengah menghadapi tantangan pemenuhan dokter spesialis dasar di sejumlah rumah sakit.

Ia menjelaskan, selain spesialis penyakit dalam, rumah sakit kini juga diwajibkan memenuhi layanan rehabilitasi medis sebagai bagian dari empat layanan dasar rumah sakit.

 

“Kesulitan kita memang pada pemenuhan dokter spesialis. Kadang dokter yang sudah direkrut akhirnya memilih pindah karena kondisi geografis Sulawesi Tengah,” ungkapnya.

Karena itu, Pemprov Sulteng bersama Universitas Tadulako mendorong pembukaan PPDS agar putra-putri daerah dapat dididik dan nantinya kembali bertugas di wilayah Sulawesi Tengah.

“Kami ingin anak-anak daerah diprioritaskan sehingga nanti bisa ditempatkan di rumah sakit-rumah sakit yang ada di daerah terpencil,” jelasnya.

Baca Juga: BYD Haka Palu Perkenalkan M6 DM, Lebih Irit dan Efisien

Reni juga menyinggung program “Berani Sehat” yang digagas Pemprov Sulteng. Program tersebut memungkinkan masyarakat ber-KTP Sulawesi Tengah mendapatkan layanan kesehatan meski kepesertaan BPJS sebelumnya dinonaktifkan.

“Sebanyak 173 ribu masyarakat yang sebelumnya penerima bantuan iuran dinonaktifkan, akhirnya kami cover melalui program daerah. Siapa yang punya KTP Sulawesi Tengah bisa langsung berobat,” katanya.

Selain itu, Pemprov Sulteng juga menjalankan program “Berani Cerdas” untuk mendukung pendidikan masyarakat melalui jalur afirmasi dan prestasi.

Baca Juga: UMKM Desa Jadi Fokus, Pemkab Parimo Dorong Ekonomi Kerakyatan Lewat Gerbang Desa

Sementara itu, Ketua Umum PP PAPDI dr. Eka Ginanjar SpPD-KKV menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pembukaan PPDS Penyakit Dalam di Universitas Tadulako.

Menurutnya, kebutuhan dokter spesialis penyakit dalam di daerah masih sangat besar, terutama untuk memperkuat layanan rumah sakit di wilayah terpencil.

“Spesialis penyakit dalam merupakan spesialis dasar yang wajib ada di rumah sakit. Karena itu kami mendukung Sulawesi Tengah membuka program pendidikan spesialis agar kebutuhan dokter dapat terpenuhi,” ujarnya.

 

Ia menilai Sulawesi Tengah telah memiliki modal cukup kuat untuk membuka program tersebut, termasuk keberadaan sejumlah dokter subspesialis sebagai tenaga pengajar.

“Sudah ada tujuh subspesialis di sini. Itu menjadi modal penting agar program pendidikan bisa berjalan,” katanya.

Eka juga mengapresiasi ketangguhan PAPDI Sulteng yang mampu melewati berbagai krisis, mulai dari bencana gempa dan tsunami Palu hingga pandemi Covid-19.

Baca Juga: Sanggar Ayu Kinanti Hipnotis Pengunjung Expo Kotaraya 2026 jadi Wadah Kreativitas Remaja di Desa Kotaraya Kecamatan Mepanga

“PAPDI Sulteng terbukti tangguh. Saya melihat kekompakan dan semangat kolegialitas yang sangat kuat,” tandasnya.(*)

Editor : Mugni Supardi
#PAPDI Sulteng #dokter spesialis penyakit dalam #dr Reni Lamadjido #PPDS Untad #Universitas Tadulako