RADAR PALU - Bupati Morowali Utara, Delis Julkarson Hehi, resmi membuka kegiatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang diselenggarakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Morowali Utara, Jumat (8/5/2026).
Dalam sambutannya, Delis menyampaikan apresiasi kepada jajaran PWI Sulawesi Tengah (Sulteng), para penguji, panitia, serta insan pers yang tetap berkomitmen meningkatkan profesionalisme jurnalistik di tengah berbagai keterbatasan.
Delis secara khusus menyampaikan penghormatan kepada Ketua PWI Sulteng, Tri Putra Toana, yang tetap hadir meski dalam kondisi kurang sehat.
Baca Juga: Ketua DPRD Morut Minta PT KLS Kembalikan Lahan Masyarakat Bungku Utara dan Mamosalato
"Di tengah kondisi sakit, kita apresiasi untuk Ketua PWI Sulawesi Tengah, Tri Putra Toana. Dan kita doakan penyakit beliau boleh disembuhkan dan diberikan kesehatan dalam mengemban amanah demi kebaikan dunia pers," ujar Delis.
Dia juga menyampaikan terima kasih kepada Ketua Dewan Kehormatan PWI Sulteng, Mahmud Matangara, Sekretaris PWI Sulteng sekaligus penguji UKW, Temu Sutrisno, serta penguji dari PWI Pusat, Kadira.
Selain itu, Delis turut mengapresiasi wartawan senior Yesiah Ery Tamalagi yang dinilainya memiliki peran penting dalam pelaksanaan UKW di Morowali Utara.
Baca Juga: Aksi Mayday Buruh di Morut, Jadikan Kantor Bupati sebagai Tempat Shalat Jumat
Bupati Delis juga memberikan penghargaan kepada Ketua Panitia UKW, Marson Kasio, yang tetap mampu menyelenggarakan kegiatan tersebut di tengah kondisi efisiensi anggaran.
"Terima kasih kepada Ketua Panitia Marson Kasio yang telah bersusah payah dalam keterbatasan efisiensi yang ada, tetapi tetap menyelenggarakan uji kompetensi wartawan saat ini," katanya.
Menurut Delis, pelaksanaan UKW menjadi agenda penting dalam meningkatkan kapasitas wartawan agar mampu menjalankan tugas jurnalistik secara profesional, objektif, dan sesuai kode etik pers.
Delis menegaskan bahwa dampak pemberitaan media sangat besar terhadap kehidupan bangsa maupun stabilitas daerah.
Dia menilai wartawan memiliki tanggung jawab besar untuk menyampaikan informasi secara objektif dan terukur kepada masyarakat.
"Kita sadar betul dampak dari pemberitaan itu sangat besar. Sangat mempengaruhi kehidupan bangsa, stabilitas nasional, dan juga stabilitas daerah," ujarnya.
Delis mengaku selalu membangun hubungan terbuka dengan insan pers di Morowali Utara.
Dia bahkan menyebut wartawan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pemerintah daerah.
"Saya selalu menyampaikan bahwa teman-teman media di Morowali Utara ini saya anggap saudara sendiri. Tidak ada jarak di antara kami," katanya.
Delis menegaskan Pemkab Morut tidak anti kritik. Menurutnya, kritik yang disampaikan berdasarkan data dan fakta justru membantu pemerintah dalam mengambil kebijakan.
"Pemerintah itu tidak takut dikritik. Pemerintah terbuka untuk dikritik sepanjang objektif dan sesuai data serta fakta di lapangan," tegasnya.
Dia mengakui banyak masukan dari wartawan yang menjadi bahan evaluasi pemerintah dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan daerah.
"Teman-teman wartawan sering memberi masukan bagi pemerintah daerah dalam mengambil keputusan, kebijakan, maupun evaluasi pelaksanaan pemerintahan," ujar Delis.
Bupati Delis juga menyoroti kontribusi media dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Morut.
Dia menyebut daerahnya berhasil menjadi kabupaten dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di Sulawesi dan menempati posisi kedua secara nasional setelah Halmahera Tengah.
"Morowali Utara untuk kedua kalinya menjadi kabupaten dengan pertumbuhan ekonomi kedua tertinggi se-Sulawesi dan peringkat kedua di Indonesia," ungkapnya.
Menurut Delis, capaian tersebut tidak lepas dari peran media yang terus memberitakan perkembangan daerah dan menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
"Teman-teman media menjadi agent of change yang terus mengevaluasi dan memberitakan hal-hal penting dalam mendukung pembangunan di Kabupaten Morowali Utara," katanya.
Di akhir sambutannya, Delis berharap pelaksanaan UKW mampu melahirkan wartawan yang lebih profesional, kompeten, dan berintegritas sesuai standar kode etik jurnalistik serta Undang-Undang Pers.
Dia menilai keberadaan wartawan yang kompeten sangat penting dalam mendukung pembangunan daerah dan menjaga kualitas informasi publik.
"Kita berharap ujian kompetensi wartawan ini menghasilkan wartawan yang lebih profesional, lebih berintegritas, dan lebih objektif di Kabupaten Morowali Utara," ujarnya.
Delis pun mengucapkan selamat kepada seluruh peserta dan panitia pelaksana UKW PWI Morowali Utara.
"Selamat atas pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan ini. Semoga berjalan lancar dan sukses," tutupnya.
Ketua PWI Sulteng Tri Putra Toana menyebut pelaksanaan UKW sebagai tonggak penting bagi perkembangan dunia pers di Morut.
Dia mengatakan UKW menjadi langkah besar dalam meningkatkan kualitas, profesionalisme, dan integritas wartawan di daerah.
"Ini pertama kalinya UKW dilaksanakan di Morowali Utara sejak daerah ini berdiri. Kami sangat mengapresiasi perhatian dan dukungan Pak Bupati terhadap insan pers dan PWI sehingga kegiatan ini bisa terlaksana dengan baik," ujar Ketua PWI yang akrab disapa Ongky ini.
Dia menegaskan, wartawan tidak hanya bertugas menyampaikan informasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.
Dia menilai kompetensi dan integritas menjadi fondasi utama dalam profesi jurnalistik, terutama di era perkembangan informasi digital yang semakin cepat.
"Wartawan bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga agen perubahan. Karena itu kompetensi, integritas, dan tanggung jawab moral menjadi hal utama dalam profesi ini," katanya.
Ongky menambahkan, keberadaan wartawan profesional sangat penting untuk menjaga kualitas informasi publik sekaligus mendukung stabilitas sosial dan pembangunan daerah.
Ketua Panitia UKW Morut Marson Kasio mengaku bangga karena Morowali Utara dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan UKW tingkat provinsi untuk pertama kalinya.
“Kami bersyukur Morowali Utara untuk pertama kalinya menjadi tuan rumah UKW. Ini momentum penting bagi teman-teman wartawan untuk meningkatkan kualitas dan profesionalisme di tengah tantangan dunia pers saat ini," ujar Marson.
Dia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Morowali Utara dan seluruh pihak yang tetap membantu pelaksanaan kegiatan di tengah kondisi efisiensi anggaran.
"Kami memahami kondisi saat ini tidak mudah, tetapi dukungan pemerintah daerah dan berbagai pihak membuat kegiatan ini tetap bisa terlaksana dengan baik," katanya.
Sementara itu Anggota DPD RI Febriyanthi Hongkiriwang turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan UKW Morut.
Dia berharap kegiatan tersebut mampu melahirkan insan pers yang sehat, profesional, dan mampu membangun optimisme masyarakat.
"Melalui uji kompetensi ini, kita berharap lahir pers yang semakin berkualitas, sehat, dan mampu membangun optimisme masyarakat demi kemajuan bangsa," ujar Febriyanthi.
Pelaksanaan UKW berlangsung selama dua hari, 8-9 Mei 2026, dengan total 12 peserta yang berasal dari Morowali Utara, Poso, dan Parigi Moutong.
Peserta terbagi dalam tiga kelas, terdiri atas dua kelas jenjang muda dan satu kelas jenjang madya.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya PWI Sulteng meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang jurnalistik dan memperkuat profesionalisme media daerah.
Di akhir acara pembukaan, Tri Putra Toana menyerahkan buku berjudul Jejak Perjuangan Rusdi Toana yang mengangkat kiprah tokoh pers Rusdi Toana dan perjuangan pembentukan Provinsi Sulawesi Tengah.
Selain menjabat Ketua PWI Sulteng, Ongky juga dikenal sebagai tokoh pers dan pemilik Trimedia Group yang menaungi sejumlah media, di antaranya Mercusuar, Sulteng Raya, Poso Raya, Banggai Raya, dan Tonakodi.id.(***)
Editor : Muchsin Siradjudin