RADAR PALU – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mulai menggandeng media untuk memperkuat program pendidikan “Berani Cerdas”. Langkah itu mengemuka saat pimpinan dan jajaran Radar Palu Jawa Pos Group bersilaturahmi dengan Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid di Kantor Gubernur, Kamis (7/5/2026).
Pertemuan tersebut dipimpin langsung Direktur Radar Palu Jawa Pos, Murtalib. Dalam dialog santai namun serius itu, pembahasan utama mengarah pada tingginya angka putus sekolah dan rendahnya minat lulusan SMA melanjutkan pendidikan tinggi di Sulawesi Tengah.
Anwar Hafid mengungkapkan, dari sekitar 26 ribu lulusan SMA sederajat setiap tahun, baru sekitar 12 ribu yang melanjutkan ke perguruan tinggi.
Baca Juga: Aksi May Day Berlanjut, FPR Sulteng Bertahan di Kantor Gubernur Desak Nasib Honorer
“Kalau data hampir 50 persen itu tidak mau kuliah,” ujar Anwar Hafid dalam pertemuan tersebut.
Menurutnya, faktor ekonomi masih menjadi kendala utama. Karena itu, program Berani Cerdas tidak hanya difokuskan pada beasiswa kuliah, tetapi juga mencakup pendidikan vokasi dan pelatihan kerja.
“Bukan cuma kuliah. Ada vokasi, ada pelatihan. Mau jadi sopir, tenaga teknis, pertukangan, semua harus disiapkan,” katanya.
Direktur Radar Palu Jawa Pos, Murtalib, menyatakan kesiapan medianya mendukung program tersebut hingga tingkat sekolah di 12 kabupaten dan satu kota di Sulawesi Tengah.
Baca Juga: Gubernur Pastikan Rekomendasi DPRD atas LKPJ 2025 Segera Ditindaklanjuti
Ia bahkan menawarkan keterlibatan jaringan biro Radar Palu untuk turun langsung mendata persoalan siswa kelas tiga SMA yang berpotensi tidak melanjutkan pendidikan.
“Kita punya biro di 12 kabupaten. Tinggal kita petakan apa kendala anak-anak ini, termasuk kondisi orang tuanya,” kata Murtalib.
Anwar Hafid menyambut baik tawaran itu. Ia meminta agar koordinasi teknis segera dilakukan bersama Dinas Pendidikan Sulawesi Tengah.
“Saya serius betul soal pendidikan itu. Sosialisasi pendidikan harus masif,” tegasnya.
Dalam pertemuan itu, keduanya juga membahas pentingnya menghadirkan media cetak di lingkungan sekolah sebagai bagian dari penguatan literasi dan verifikasi informasi di tengah maraknya hoaks di media sosial.
Menurut Anwar Hafid, membaca koran fisik tetap memiliki nilai berbeda dibanding konsumsi informasi melalui media sosial.
“Kalau koran itu ada di perpustakaan sekolah, enak dia membaca,” ujarnya.
Pertemuan tersebut ditutup dengan rencana kerja sama lebih lanjut, termasuk kemungkinan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemprov Sulteng dan Radar Palu Jawa Pos Group.***
Editor : Muhammad Awaludin