RADAR PALU – Status RS Undata rumah sakit pendidikan terus diperkuat Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah guna mendukung pengembangan dokter spesialis dan peningkatan kualitas layanan kesehatan di daerah.
Penguatan status RS Undata rumah sakit pendidikan ditandai dengan pelaksanaan Survey Verifikasi Lapangan Rumah Sakit Pendidikan (RSP) dan Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSPPU) oleh Kementerian Kesehatan di RS Undata, Kamis (7/5).
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny Lamadjido mengatakan, status RSPPU menjadi syarat penting agar RS Undata mampu menopang pendidikan dokter spesialis yang dijalankan Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako.
Baca Juga: Ekonomi Sulteng Tumbuh 8,32 Persen, BI: Industri Pengolahan Masih Jadi Mesin Utama
Saat ini terdapat tiga program pendidikan dokter spesialis yang telah dibuka, yakni Ilmu Bedah (Sp-1), Obstetri dan Ginekologi atau Kebidanan dan Kandungan (Sp-1), serta Ilmu Penyakit Dalam (Sp-1).
“Agar Rumah Sakit Undata bisa mendukung pendidikan spesialis maka harus mendapat status RSPPU,” kata Reny.
Menurutnya, peningkatan status rumah sakit tidak hanya berkaitan dengan pendidikan dan layanan medis, tetapi juga kualitas pelayanan kepada pasien secara menyeluruh.
Baca Juga: Kejagung Tiba di Palu Disambut Forkopimda, Bakal Sidak Sejumlah Tempat
Karena itu, Reny menekankan pentingnya peningkatan kemampuan sumber daya manusia, terutama petugas pelayanan di garis depan rumah sakit.
Ia berharap petugas rumah sakit mampu menguasai bahasa Inggris sebagai bagian dari upaya menuju layanan kesehatan bertaraf internasional.
“Untuk jadi rumah sakit dengan pelayanan yang betul-betul internasional maka yang di depan harus bisa bahasa Inggris,” ujarnya.
Reny menilai langkah tersebut dapat menjadi energi baru bagi RS Undata untuk terus berkembang menjadi rumah sakit rujukan unggulan di Sulawesi Tengah.***
Editor : Muhammad Awaludin