RADAR PALU – Hujan deras yang mengguyur kawasan pegunungan di Kecamatan Balinggi, Kabupaten Parigi Moutong, Senin (4/5/2026), memicu banjir yang merendam jalur Trans Sulawesi di Dusun Palasari, Desa Balinggi.
Akibatnya, arus kendaraan di jalur utama penghubung antarwilayah itu sempat tersendat dan memicu antrean panjang.
Banjir terjadi sekitar pukul 15.00 Wita setelah debit Sungai Uwetua meluap akibat tingginya intensitas hujan di wilayah hulu. Genangan air setinggi 30 hingga 50 sentimeter menutup sebagian badan jalan di perbatasan Desa Balinggi, Kecamatan Balinggi dan Desa Tolai, Kecamatan Torue.
Baca Juga: Saat Harga Pangan Menekan, Polres Parimo Turun Tangan Bantu Warga
Meski kendaraan masih dapat melintas, aparat kepolisian bersama instansi terkait langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengaturan lalu lintas. Sistem buka-tutup diterapkan guna mencegah kemacetan parah sekaligus menghindari risiko kecelakaan di tengah derasnya arus air.
Kapolsek Sausu, IPTU Yakobus Mangopo, mengatakan pihaknya bergerak cepat begitu menerima laporan warga terkait meluapnya sungai yang menggenangi jalan nasional tersebut.
“Personel langsung kami kerahkan ke lokasi untuk melakukan pengamanan dan pengaturan arus kendaraan. Saat ini jalur masih bisa dilalui, tetapi dilakukan secara bergantian demi keselamatan pengguna jalan,” ujarnya.
Baca Juga: Bupati Parimo Serahkan Penghargaan Pejuang Pendidikan dan Melaunching SPMB 2026
Menurutnya, banjir dipicu curah hujan tinggi dengan durasi cukup lama di kawasan pegunungan sekitar Balinggi dan Torue. Kondisi tersebut menyebabkan debit Sungai Uwetua meningkat drastis hingga meluap ke badan jalan.
Selain melakukan pengaturan lalu lintas, polisi juga berkoordinasi dengan aparat desa dan masyarakat setempat guna mengantisipasi kemungkinan banjir susulan. Warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.
“Kami mengimbau masyarakat tetap siaga karena potensi banjir susulan masih bisa terjadi. Jika ada tanda-tanda kenaikan debit air, segera laporkan agar bisa cepat ditangani,” tegas IPTU Yakobus.
Hingga pukul 15.27 Wita, hujan dilaporkan mulai reda. Namun antrean kendaraan masih terlihat di lokasi akibat sistem buka-tutup yang diberlakukan petugas. Polisi terus melakukan pemantauan serta pendokumentasian kondisi lapangan sebagai bagian dari upaya penanganan dan evaluasi situasi.(***)
Editor : Muchsin Siradjudin