Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Pemkab Poso Dorong Pengembangan Kakao di Sulawesi

Budiyanto Wiharto • Selasa, 5 Mei 2026 | 15:13 WIB

PENGEMBANGAN: FGD pengembangan ekonomi kakao Sulawesi, di Kabupaten Poso.(FOTO: BUDIYANTO WIHARTO/RADAR PALU)
PENGEMBANGAN: FGD pengembangan ekonomi kakao Sulawesi, di Kabupaten Poso.(FOTO: BUDIYANTO WIHARTO/RADAR PALU)

RADAR PALU - Wakil Bupati (Wabup) Poso, Suharto Kandar menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Poso sangat mendukung pengembanga kakao sebagai komoditas strategis daerah. 

Di Poso, pengembangan kakao tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga pada peningkatan kualitas, nilai tambah, serta kesejahteraan petani.

Hal tersebut disampaikan Wabup Suharto saat gelar FGD pengembangan ekonomi daerah komoditas kakao wikayah Sulawesi di Makassar, Selasa (5/5/2026). 

Baca Juga: Empat Tahun, Kasus Stunting Balita di Poso Turun 7,3 Persen 

"Kami berharap melalui forum ini, lahir langkah-langkah konkret yang dapat menjawab tantangan di lapangan, sekaligus membuka peluang investasi dan akses pasar yang lebih luas bagi petani kakao di daerah, termasuk di Kabupaten Poso," katanya dalam diskusi.

Wabup berharap FGD menjadi momentum strategis dalam memperkuat peran komoditas kakao sebagai pilar utama pengembangan ekonomi daerah di wilayah Sulawesi, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.

Sementara itu Kepala Direktorat Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan Edukasi Perlindungan Konsumen dan Perizinan Lembaga Jasa Keuangan, Arif Machfoed menjelaskan bahwa komoditas kakao merupakan salah satu sektor unggulan yang memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. 

Baca Juga: Pemkab Poso Tandatangani Kerjasama Pemanfaatan Data Kependudukan

Ia menekankan pentingnya dukungan sektor jasa keuangan dalam memperluas akses pembiayaan bagi petani dan pelaku usaha kakao, guna meningkatkan produktivitas dan daya saing. 

Dikatakannya meskipun Sulawesi menjadi pusat produksi kakao nasional, masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu diatasi, seperti produktivitas yang belum optimal, keterbatasan peremajaan tanaman, serta rendahnya nilai tambah akibat dominasi penjualan dalam bentuk bahan mentah. 

Oleh karena itu, diperlukan penguatan ekosistem keuangan yang terintegrasi melalui kolaborasi antara petani, pelaku usaha, lembaga keuangan, dan pemerintah daerah. 

Baca Juga: Bupati Verna Tekankan Pemberangkatan JCH Poso Aman Lancar

Diketahui, Sulawesi berkontribusi sekitar 60 persen terhadap produksi kakao nasional, dengan wilayah utama meliputi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Barat.

Fokus pengembangan diarahkan pada peningkatan produktivitas, hilirisasi industri cokelat, serta penguatan rantai nilai komoditas.(***)

Editor : Muchsin Siradjudin
#Mendukung pengembangan kakao #Membuka peluang investasi #Pertumbuhan ekonomi #Peningkatan kualitas pembelajaran