Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

May Day Sulteng Berlangsung Damai, Gubernur Anwar Hafid Tekankan Jaring Pengaman Sosial bagi Buruh

Talib • Minggu, 3 Mei 2026 | 12:12 WIB
Puncak peringatan May Day di Sulteng dihadiri Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng di Palu, Minggu (3/5).
Puncak peringatan May Day di Sulteng dihadiri Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng di Palu, Minggu (3/5). 

RADAR PALU – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) tingkat Provinsi Sulawesi Tengah tahun ini menampilkan wajah berbeda.

 Jika biasanya identik dengan aksi turun ke jalan, perayaan yang dipusatkan di Gedung Millenium, Palu, Minggu (3/5), berlangsung aman, damai, dan dikemas dalam forum diskusi serta ramah tamah.

​Ketua Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia sekaligus Ketua Aliansi Buruh Tadulako Sulteng, Abd Wahyudin, mengungkapkan bahwa format acara ini merupakan hasil koordinasi harmonis antara Dinas Nakertrans Sulteng, Apindo, dan serikat buruh.

Baca Juga: May Day 2026 Sulteng: Buruh, APINDO dan Pemprov Solid Bangun SDM Pekerja

​"Tahun ini kami memilih suasana beda. Kami mengedepankan diskusi tanpa menghilangkan esensi perjuangan buruh, seperti mengenang peristiwa Chicago hingga kasus Marsinah," ujar Wahyudin dalam sambutannya.

 Ia juga menegaskan agar tagline Sulteng Nabaso harus dibarengi keberanian nyata dalam menyejahterakan kaum buruh.

​Acara ini dihadiri langsung oleh Gubernur Sulteng, Dr. H. Anwar Hafid, didampingi Wakil Gubernur dr. Reny Lamadjido, Ketua DPRD Sulteng, serta jajaran Forkopimda. 

Puncak peringatan May Day di Sulteng dihadiri Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng di Palu, Minggu (3/5).
Puncak peringatan May Day di Sulteng dihadiri Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng di Palu, Minggu (3/5).

 
Baca Juga: May Day di Palu, Buruh Kritik Outsourcing dan Tingginya Kecelakaan Kerja

Ketua DPP Apindo Sulteng, Wijaya Chandra, menyatakan komitmennya untuk menjaga sinergi tripartit antara pengusaha, buruh, dan pemerintah.

​"May Day tahun ini kita rayakan dengan penuh kegembiraan, bahkan ada pembagian hadiah sebagai bentuk apresiasi bagi para pekerja," kata Wijaya yang juga pengusaha itu.

​Senada dengan itu, Pembina Aliansi Buruh Tadulako, Henri Hutabarat, mengajak seluruh ketua serikat naik ke panggung untuk berorasi. 
Baca Juga: Aksi Mayday Buruh di Morut, Jadikan Kantor Bupati sebagai Tempat Shalat Jumat

Ia meminta agar Dinas Nakertrans memperkuat fungsi pengawasan di lapangan guna memastikan hak-hak buruh terpenuhi dalam koridor keamanan dan kedamaian.

​Gubernur Sulteng Dr Anwar Hafid, dalam sambutannya usai memotong tumpeng, berbagi empati dengan para buruh. 

Ia menegaskan bahwa program Berani Cerdas dan Berani Sehat dirancang khusus sebagai jaring pengaman bagi warga, termasuk kaum buruh yang penghasilannya tidak menentu.

Baca Juga: PKS Selalu Berdiri Paling Depan Bersama Buruh, "Happy Mayday" Bukti Nyata Perjuangan

​"Kalau ada yang cerita tentang kesulitan, saya sangat paham karena saya ini awalnya juga seorang buruh," ungkap Anwar Hafid yang disambut tepuk tangan hadirin.

​Meski APBD Sulteng mengalami efisiensi hingga Rp1,2 triliun oleh pemerintah pusat, Anwar berkomitmen sisa anggaran tetap diprioritaskan untuk pendidikan dan kesehatan gratis.

 Sebagai bentuk dukungan nyata, Gubernur menginstruksikan Kadisnakertrans untuk menyediakan ruang sekretariat dan mobil operasional bagi LKS Tripartit agar lebih proaktif menyerap keluhan buruh.

Baca Juga: Teguh Komitmen Fraksi PKS DPRD Sulteng Terus Perjuangkan Nasib Kaum Buruh

​Perayaan ditutup dengan pengundian doorprize yang meriah. 

Keamanan acara terjaga kondusif di bawah pengawalan langsung Kapolresta Palu, Kombes Pol  Hari Rosena,  yang tampak membaur akrab dengan massa buruh hingga akhir kegiatan. ***

Editor : Talib
#may day sulteng #Anwar Hafid #buruh