RADAR PALU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi terus mematangkan pelaksanaan program Sekolah Rakyat dengan menitikberatkan pada akurasi data penerima manfaat serta penguatan ekonomi keluarga.
Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, menegaskan bahwa validitas data menjadi kunci utama agar program tersebut benar-benar menyasar masyarakat yang membutuhkan. Saat ini, proses verifikasi dan pemutakhiran data tengah dilakukan secara menyeluruh.
“Yang paling penting adalah memastikan data valid. Kita tidak ingin program ini salah sasaran,” ujar Rizal usai meninjau proses pembelajaran Sekolah Rakyat bersama Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, di lokasi rintisan Sentra Nipotowe, Desa Kalukubula, Senin (20/4/2026).
Baca Juga: Germas SAPA Didorong di Sigi, Pemda Tekankan Keamanan Pangan Tak Boleh Berhenti di Sosialisasi
Ia menjelaskan, proses pendataan melibatkan Badan Pusat Statistik (BPS), Dinas Sosial, serta tim PKK. Pada tahap awal, verifikasi difokuskan di lima kecamatan dengan metode pengecekan langsung di lapangan.
Dari hasil sementara, masih ditemukan sejumlah data yang tidak relevan, seperti penerima yang telah meninggal dunia atau sudah tidak lagi memenuhi kriteria sebagai penerima manfaat. Kondisi ini menjadi perhatian serius Pemkab Sigi untuk segera diperbaiki.
“Temuan ini harus segera ditindaklanjuti. Data yang akurat sangat penting agar program ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.
Baca Juga: Tagihan BPJS Tembus Rp6 Miliar, Sigi Temukan Banyak Data Warga Tak Valid
Lebih jauh, Rizal menekankan bahwa Sekolah Rakyat bukan hanya program pendidikan semata, tetapi bagian dari strategi terpadu dalam pengentasan kemiskinan. Menurutnya, peningkatan akses pendidikan harus berjalan beriringan dengan upaya pemberdayaan ekonomi keluarga.
Sebagai bentuk dukungan, Pemkab Sigi juga menggulirkan program di sektor pertanian, di antaranya bantuan bibit dan pupuk gratis bagi warga kurang mampu.
“Anak-anaknya kita sekolahkan, orang tuanya juga harus kita dorong agar mandiri secara ekonomi,” jelas Rizal.
Baca Juga: Kejar Pemerataan Pendidikan, Sigi Pacu Pembangunan Sekolah Terintegrasi di Marawola
Selain itu, pemerintah daerah turut mengembangkan potensi lokal, seperti komoditas bawang yang kini mulai dipasarkan dengan identitas khas daerah, di antaranya bawang panggang dan bawang garing.
Sementara itu, Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, menegaskan pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mempercepat penyediaan lahan pembangunan gedung sekolah permanen.
Ia menyebut, saat ini Sekolah Rakyat masih berstatus rintisan dan belum memiliki fasilitas bangunan tetap, sehingga percepatan pembangunan menjadi prioritas.
Baca Juga: Dari Kinovaro ke Nasional, Kuswanto Harumkan Nama Sigi Lewat Prestasi Pendidikan
“Kita dorong agar pembangunan gedung permanen bisa segera dimulai tahun ini, sehingga ke depan kapasitas penerimaan siswa dapat ditingkatkan,” tegasnya.
Dengan pendekatan terpadu antara pendidikan dan pemberdayaan ekonomi, program Sekolah Rakyat diharapkan tidak hanya membuka akses belajar, tetapi juga memberikan dampak berkelanjutan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Sigi.(***)
Editor : Muchsin Siradjudin