RADARPALU – Aktivitas kegempaan di wilayah Sulawesi Tengah dan sekitarnya masih tergolong tinggi.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Geofisika Kelas I Palu mencatat sebanyak 157 kejadian gempa bumi dalam periode 10 hingga 16 April 2026.
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan periode sebelumnya, yakni 3–9 April 2026 yang tercatat sebanyak 132 kejadian.
Baca Juga: Langit Israel Dipenuhi Puluhan Ribu Lebah, Warga Panik: Pertanda Bencana atau Fenomena Alam?
Berdasarkan data BMKG, peningkatan aktivitas gempa terjadi hampir di seluruh hari dalam sepekan terakhir.
Secara rinci, pada Jumat tercatat 15 kejadian, Sabtu 25 kejadian, Minggu 28 kejadian, Senin 26 kejadian, Selasa 18 kejadian, Rabu 18 kejadian, dan Kamis menjadi yang tertinggi dengan 27 kejadian.
Dari sisi magnitudo, gempa bumi yang terjadi didominasi oleh gempa kecil. Sebanyak 143 kejadian memiliki magnitudo di bawah 3, sementara 14 kejadian berada pada rentang magnitudo 3 hingga 5, dan tidak terdapat gempa dengan magnitudo di atas 5.
Sementara itu, berdasarkan kedalaman, gempa bumi di wilayah ini masih didominasi oleh gempa dangkal.
Tercatat 149 kejadian berada pada kedalaman kurang dari 60 kilometer, kemudian 6 kejadian pada kedalaman menengah (60–300 km), dan 2 kejadian gempa dalam dengan kedalaman lebih dari 300 km.
BMKG menyebutkan bahwa dominasi gempa dangkal ini berkaitan dengan aktivitas sesar aktif di wilayah Sulawesi Tengah yang memang dikenal memiliki kompleksitas tektonik tinggi.
Meski aktivitas gempa meningkat, sebagian besar gempa yang terjadi tidak dirasakan masyarakat karena berkekuatan kecil.
BMKG tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Informasi resmi terkait gempa bumi dapat diakses melalui kanal resmi BMKG, termasuk media sosial Stasiun Geofisika Palu.(*)
Editor : Mugni Supardi