Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Jurnalis Erni Ba'u Ungkap Fakta Pemicu Teror Keluarga Henny Humbu

Ilham Nusi • Rabu, 15 April 2026 | 16:39 WIB
Erni Johan Ba’u (FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU). 
Erni Johan Ba’u (FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU). 

RADAR PALU - Jurnalis Erni Johan Ba’u (52) membeberkan kronologi dugaan intimidasi yang ia alami di Kabupaten Morowali Utara (Morut). 

Ia mengaku mendapat tekanan hingga teror setelah mengunggah status Facebook yang dipicu perlakuan terhadap suaminya saat melayat di rumah duka keluarga anggota DPRD, Henny Humbu.

Kasus ini menyoroti kerentanan jurnalis di daerah saat menyuarakan kritik, sekaligus membuka fakta versi korban terkait insiden yang berujung laporan ke polisi.

Baca Juga: Delis Resmi Jadi Waketum Aspeksindo, Perkuat Peran Morut di Sektor Kelautan Nasional

Erni menjelaskan, polemik bermula saat suaminya menghadiri rumah duka atas permintaannya. 

Namun, alih-alih mendapat sambutan baik, suaminya justru disebut 'penyusup' oleh Henny Humbu di depan banyak orang.

"Suamiku datang melayat, tapi dibilang ‘penyusup’ di depan orang banyak. Itu yang membuat saya sangat tidak nyaman," ungkap Erni.

Baca Juga: Polres Morut Tangkap Warga Morowali Pengedar Sabu 25,23 Gram

Ia menilai ucapan tersebut tidak pantas disampaikan oleh seorang wakil rakyat kepada warga yang datang melayat.

"Seharusnya sebagai tuan duka dan wakil rakyat, dia berterima kasih, bukan berkata seperti itu," tegasnya.

Merasa tersinggung, Erni kemudian menuliskan status di Facebook. Ia menegaskan tidak menyebut nama siapa pun dalam unggahannya.

Baca Juga: Ribuan Jamaah Hadiri Haul ke-58 Guru Tua di Morut, Warda Mamala Dorong Pembangunan Alkhairaat

Menurut Erni, unggahan tersebut memicu reaksi luas di media sosial. Banyak komentar yang justru menyebut nama Henny dan membelanya.

"Saya tidak sebut nama, tapi yang berkomentar malah langsung menyebut dan membela," katanya.

Situasi semakin memanas hingga berujung pada kedatangan sejumlah orang ke rumahnya.

Baca Juga: Dukung Empat Ranperda Morut, Ketua Fraksi Hanura Bangkit Berjuang Ingatkan Kemandirian Fiskal Daerah

Erni mengaku mengalami dua kali kejadian mencekam dalam waktu berdekatan.

Pada malam pertama, sekitar pukul 22.00 WITA, empat pria datang ke rumahnya saat ia bersama keluarga hendak beristirahat.

"Anak-anak saya lihat langsung saat malam hari didatangi orang," ujarnya.

Baca Juga: Perusahaan Sumber Dana CSR Tamainusi Morut Ikut Diperiksa

Keesokan harinya, jumlah orang yang datang disebut lebih banyak dan situasi semakin tegang.

"Mereka datang marah-marah, teriak-teriak. Bahkan ada yang bersembunyi. Saya merasa terancam," kata Erni.

Ia juga menyebut ada seseorang yang mengaku sebagai wartawan, namun tidak dikenalnya.

Baca Juga: Pidana Kerja Sosial Jadi Solusi Humanis, Wabup Morut Terima Audiensi Bapas Luwuk

Dalam kondisi tertekan, Erni mengakui sempat mengambil parang dari dalam rumah. Namun ia menegaskan tindakan itu dilakukan untuk membela diri.

"Kalau mereka datang baik-baik, tidak mungkin saya ambil parang. Saya sudah merasa mau dikeroyok," jelasnya.

Ia juga menyebut sempat terjadi dorong-mendorong saat dirinya mencoba merekam kejadian.

Baca Juga: THR ASN Morut 2026 Akhirnya Cair, Pemda Sampai Tunda Anggaran Kegiatan Lain

Pasca kejadian, Erni memilih meninggalkan rumah bersama kedua anaknya karena trauma.

"Saya dengan dua anak mengamankan diri ke luar daerah. Anak-anak saya trauma, bahkan tidak mau masuk sekolah," ungkapnya.

Menurutnya, peristiwa tersebut berdampak serius terhadap kondisi psikologis keluarganya.

Baca Juga: Korupsi Lampu Jalan Rp1,5 Miliar di Morut, Penyidik Tetapkan Tersangka Baru

Erni mengungkapkan, konflik dengan Henny Humbu bukan pertama kali terjadi. 

Ia menyebut sebelumnya pernah berselisih terkait pemberitaan saat Henny mencalonkan diri sebagai anggota legislatif.

"Memang pernah ada masalah sebelumnya soal pemberitaan," katanya.

Baca Juga: Proyek Kantor Kejari Morut Hampir Rampung, Tapi Dikejar Waktu dan Denda

Namun ia menegaskan, peristiwa terbaru ini dipicu oleh kejadian di rumah duka dan respons yang ia tuangkan di media sosial.

Kini kasus tersebut telah dilaporkan ke pihak kepolisian. Erni yang kerap isapa Mega ini berharap aparat dapat mengusut tuntas dugaan intimidasi yang ia alami, termasuk mengidentifikasi pihak-pihak yang datang ke rumahnya.

"Kalau sudah diperiksa polisi, pasti akan diketahui siapa saja mereka," sebut Erni. (***)

Editor : Muchsin Siradjudin
#Membeberkan teror #Kerentanan jurnalis #Menyuarakan kritik #Membela diri