Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Berani Depak Stunting Hasil Kolaborasi Kampus dan Pemerintah

Magang Radar Palu • Jumat, 10 April 2026 | 23:16 WIB
Wagub Sulteng Reny Lamadjido meluncurkan Sistem Informasi BERANI Depak Stunting di Gedung Pogombo, Palu. (Ro. Adpim Sulteng)
Wagub Sulteng Reny Lamadjido meluncurkan Sistem Informasi BERANI Depak Stunting di Gedung Pogombo, Palu. (Ro. Adpim Sulteng)

 

RADARPALU – Upaya percepatan penurunan stunting di Sulawesi Tengah terus diperkuat. Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Sulteng resmi meluncurkan aplikasi digital “Berani Depak Stunting” di Gedung Pogombo, Kota Palu, Kamis (9/4/2026).

Inovasi berbasis digital ini dihadirkan untuk mendukung pengumpulan data yang lebih cepat dan akurat sebagai dasar pengambilan kebijakan penanganan stunting.

Kepala Dinas P2KB Sulteng, drg Herry Mulyadi, menjelaskan bahwa aplikasi tersebut lahir dari kebutuhan akan data riil di lapangan. Pengumpulan data melibatkan mahasiswa Universitas Tadulako melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik.

Baca Juga: Hector Souto: Ini Kemenangan Pemain, Bukan Kemenangan Saya

“Dari hasil survei mahasiswa, kita memperoleh data lapangan yang kemudian dianalisis untuk menentukan langkah penanganan yang tepat,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran aplikasi ini diharapkan mampu mempercepat proses koordinasi lintas sektor sekaligus memperkuat efektivitas intervensi program stunting di daerah.

Peluncuran aplikasi ini juga merupakan bagian dari dorongan digitalisasi program pemerintah daerah, sejalan dengan arahan gubernur agar setiap organisasi perangkat daerah menghadirkan inovasi berbasis teknologi.

Baca Juga: Turnamen Catur Nasional Polda Sulteng Dukung Pembinaan Atlet

Dalam proses pengembangannya, P2KB turut menggandeng akademisi Universitas Tadulako, mulai dari penyusunan konsep hingga implementasi teknis di lapangan.

“Dengan keterbatasan anggaran, kita tetap berupaya menghadirkan inovasi. Ini langkah konkret untuk menekan angka stunting di Sulawesi Tengah,” jelasnya.

Ia menegaskan, penanganan stunting tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk sektor swasta yang turut mendukung sosialisasi program.

“Ini persoalan kemanusiaan. Harus ditangani bersama, tidak bisa sendiri-sendiri,” tegasnya.

Melalui aplikasi “Berani Depak Stunting”, pemerintah menargetkan penurunan signifikan angka stunting di Sulawesi Tengah, dengan harapan dapat mendekati nol pada masa mendatang.(*)

Editor : Mugni Supardi
#aplikasi Berani Depak Stunting #P2KB Sulteng #penanganan stunting Palu #digitalisasi kesehatan #stunting Sulteng