RADARPALU – Hujan dengan intensitas lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Tojo Una-una, Sulawesi Tengah, memicu banjir di Desa Padang Pujiti, Kecamatan Ulubongka, Jumat (3/4/2026) sekitar pukul 16.30 WITA.
Banjir terjadi di wilayah perbatasan Kecamatan Ulubongka dan Kecamatan Tojo. Air meluap hingga menggenangi jalan trans yang menghubungkan Kabupaten Tojo Una-una dengan Kabupaten Poso.
Berdasarkan laporan TRC dan Pusdalops BPBD Provinsi Sulawesi Tengah serta BPBD Tojo Una-una, tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, genangan air di jalur utama antar kabupaten sempat mengganggu akses transportasi warga.
Baca Juga: Top 2 Nasional! Ekspor Sulawesi Tengah Lampaui Banyak Provinsi
Kepala Stasiun Meteorologi Mutiara Sis Al-Jufri Palu melalui laporan forecaster menjelaskan, kondisi cuaca saat itu dipengaruhi beberapa faktor atmosfer.
Di antaranya adalah Southern Oscillation Index (SOI), gelombang Rossby ekuatorial, serta anomali suhu muka laut yang mendukung pertumbuhan awan konvektif di wilayah Sulawesi Tengah.
“Selain itu, terdapat belokan angin di sebagian wilayah Sulawesi Tengah yang turut meningkatkan potensi pembentukan awan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai angin kencang,” tulis BMKG dalam analisis sementaranya.
Baca Juga: Ronaldo Kembali dan Tembus 966 Gol, Al Nassr Pesta Gol
Sebelumnya, BMKG telah mengeluarkan peringatan dini cuaca melalui Meteorological Early Warning System (MEWS) pada Jumat (3/4/2026) pukul 14.00 hingga 17.00 WITA.
Dalam peringatan dini tiga harian, sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah, termasuk Tojo Una-una, masuk kategori waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
BMKG mengimbau masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, hingga angin puting beliung.
Masyarakat juga diharapkan terus memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG, baik melalui website, media sosial @cuacasulteng, aplikasi Info BMKG, maupun call center 196.(*)
Editor : Mugni Supardi