RADAR PALU - Nilai Tukar Petani (NTP) Sulawesi Tengah pada Maret 2026 turun drastis menjadi 94,10, turun 5,27 persen dibanding Februari. Penurunan ini dipicu turunnya harga yang diterima petani dan meningkatnya biaya produksi.
Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tengah pada 1 April 2026, NTP provinsi ini tercatat sebesar 94,10 pada Maret 2026. Angka ini menunjukkan penurunan signifikan 5,27 persen dari bulan sebelumnya.
Turunnya NTP disebabkan oleh indeks harga yang diterima petani (It) turun 4,92 persen, sementara indeks harga yang dibayar petani (Ib) justru naik 0,37 persen. Kondisi ini menekan kesejahteraan petani di provinsi tersebut.
Baca Juga: NTP Sulawesi Tengah Februari 2026 Turun 1,94 Persen Jadi 99,34
Jika dilihat per subsektor, NTP tertinggi tercatat pada hortikultura dengan nilai 123,44. Sektor ini juga mencatat kenaikan NTP terbesar selama Maret 2026.
Sebaliknya, subsektor tanaman perkebunan rakyat mengalami NTP terendah sebesar 89,12. Penurunan terdalam terjadi di sektor ini, menunjukkan tekanan berat pada pendapatan petani perkebunan rakyat.
Baca Juga: NTP Sulteng Januari 2026 Turun Tipis, Daya Beli Petani Masih Bertahan
Penurunan NTP menandakan bahwa daya beli petani Sulawesi Tengah melemah, karena harga kebutuhan produksi naik sementara harga jual produk pertanian menurun. Para petani diharapkan memantau tren harga komoditas agar strategi produksi lebih efektif.
Pemantauan NTP menjadi kunci untuk menjaga kesejahteraan petani di Sulawesi Tengah, terutama di subsektor perkebunan rakyat yang terdampak penurunan tajam.***
Editor : Muhammad Awaludin