RADAR PALU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Palu mencatat sebanyak 151 kejadian gempa bumi terjadi di wilayah Sulawesi Tengah dan sekitarnya selama periode 20–26 Maret 2026.
Jumlah ini sedikit menurun dibandingkan periode sebelumnya, yakni 13–19 Maret 2026 yang mencapai 164 kejadian. Meski demikian, aktivitas kegempaan di wilayah ini masih tergolong tinggi.
Berdasarkan distribusi magnitudo, gempa yang terjadi didominasi oleh gempa kecil dengan magnitudo di bawah 3 sebanyak 140 kejadian.
Sementara gempa dengan magnitudo antara 3 hingga 5 tercatat sebanyak 11 kejadian, dan tidak ada gempa dengan magnitudo di atas 5.
Dari sisi kedalaman, mayoritas gempa merupakan gempa dangkal. BMKG mencatat 146 kejadian berada pada kedalaman kurang dari 60 kilometer. Sedangkan lima kejadian lainnya berada pada kedalaman menengah antara 60 hingga 300 kilometer.
Secara harian, aktivitas gempa tertinggi terjadi pada Selasa dengan 36 kejadian, disusul Minggu sebanyak 31 kejadian, dan Rabu sebanyak 30 kejadian. Sementara aktivitas terendah tercatat pada Jumat dengan tujuh kejadian.
Peta sebaran gempa menunjukkan aktivitas tersebar di wilayah Sulawesi Tengah dan daerah sekitarnya, dengan variasi kedalaman mulai dari permukaan hingga ratusan kilometer.
Dari ratusan kejadian tersebut, BMKG mencatat satu gempa yang dirasakan masyarakat. Gempa tersebut terjadi pada 21 Maret 2026 pukul 02.25 WIB, dengan magnitudo 4,3.
Pusat gempa berada di darat, sekitar 41 kilometer selatan Pasangkayu, pada kedalaman 4 kilometer. Getaran dirasakan di wilayah Pasangkayu dengan intensitas III MMI, yang berarti getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan seolah-olah ada truk berlalu.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada terhadap potensi gempa bumi, serta memastikan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan bencana.(*)
Editor : Mugni Supardi