Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Cetak Sawah Baru di Parimo Dikebut, Bupati Optimistis Dongkrak Produksi Pangan  

Muchsin Siradjudin • Selasa, 24 Maret 2026 | 12:41 WIB

PROGRAM NASIONAL: Pembukaan lahan dalam program cetak sawah baru di salah satu wilayah Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, Selasa 24 Maret 2026.(FOTO: RAHMAT FADHIL/RADAR PALU)
PROGRAM NASIONAL: Pembukaan lahan dalam program cetak sawah baru di salah satu wilayah Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, Selasa 24 Maret 2026.(FOTO: RAHMAT FADHIL/RADAR PALU)

RADAR PALU – Program cetak sawah baru yang digulirkan pemerintah pusat terus dikebut di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo). Sejumlah titik lokasi telah ditetapkan, dan progres pekerjaan di lapangan mulai menunjukkan perkembangan.

Berdasarkan data yang dihimpun, lokasi cetak sawah baru tersebar di beberapa wilayah, terutama di Kecamatan Tinombo Selatan dan Kecamatan Toribulu.

Untuk Tinombo Selatan, potensi lahan yang disiapkan mencapai sekitar 750 hektare, sementara di Toribulu sekitar 250 hektare.

Namun dari total usulan tersebut, realisasi awal yang telah masuk tahap kontrak saat ini berada di kisaran 404 hektare. Lahan tersebut mulai dikerjakan secara bertahap dengan dukungan anggaran lebih dari Rp12 miliar.

Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program strategis nasional tersebut, Rabu (18/3/2026).

“Program ini sangat penting bagi Parigi Moutong. Kita punya potensi lahan yang luas, sehingga dengan adanya cetak sawah baru ini tentu akan berdampak langsung pada peningkatan produksi padi dan kesejahteraan petani,” ujarnya.

Ia menjelaskan, selain di Tinombo Selatan dan Toribulu, pemerintah daerah juga terus mengidentifikasi lokasi potensial lain untuk pengembangan sawah baru ke depan.

Menurutnya, Pemkab Parimo berperan aktif dalam memastikan kesiapan lahan, termasuk aspek legalitas dan kelayakan teknis, serta mendukung kelancaran pelaksanaan melalui koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat.

“Pemda siap dari sisi lahan dan pendampingan. Kita juga terus berkoordinasi agar pelaksanaan di lapangan berjalan sesuai target,” tambahnya.

Program ini merupakan bagian dari target besar cetak sawah di Sulawesi Tengah yang mencapai lebih dari 10 ribu hektare.

Hingga saat ini, progres di tingkat provinsi telah melampaui 50 persen dari total luasan yang dikontrakkan.

Di lapangan, aktivitas pembukaan lahan terus berlangsung. Alat berat tampak bekerja meratakan lahan yang sebelumnya berupa semak dan lahan tidur.

Sejumlah petani juga terlihat memantau proses tersebut, dengan harapan lahan baru itu segera dapat dimanfaatkan untuk budidaya padi.

Meski demikian, pelaksanaan program tidak lepas dari berbagai tantangan, seperti kondisi geografis yang cukup berat, akses menuju lokasi yang terbatas, hingga mobilisasi alat berat.

Namun pekerjaan tetap berjalan dan ditargetkan rampung secara bertahap hingga Maret 2026.

Dengan tambahan ratusan hektare lahan sawah baru tersebut, Parigi Moutong diharapkan semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu lumbung pangan di Sulawesi Tengah, sekaligus berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional. (Cr5)

 

 

Editor : Muchsin Siradjudin
#Program menunjukan perkembangan #Menyiapkan lahan #Program cetak sawah baru #Alat berat bekerja