Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Lansia Rentan Tanpa Keluarga Ditemukan di Parigi Moutong, Dinas Sosial Beri Tanggapan

Muchsin Siradjudin • Rabu, 18 Maret 2026 | 11:16 WIB

 

PRIHATIN: Laporan mengenai lansia tanpa keluarga yang beredar di media sosial Facebook serta fakta di lapangan mendapat tanggapan dari Dinas Sosial Kabupaten Parigi Moutong, Selasa, 17 Maret 2026.(FOT
PRIHATIN: Laporan mengenai lansia tanpa keluarga yang beredar di media sosial Facebook serta fakta di lapangan mendapat tanggapan dari Dinas Sosial Kabupaten Parigi Moutong, Selasa, 17 Maret 2026.(FOT

RADAR PALU – Dinas Sosial Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) melalui Tim Rehabilitasi Sosial (Resos) menemukan seorang lansia yang hidup sendiri tanpa keluarga di Desa Gio, Kecamatan Moutong.

Temuan tersebut diketahui setelah tim Resos bersama pendamping dari Kementerian Sosial turun langsung melakukan pengecekan dan pendataan di lapangan.

Dalam kunjungan tersebut, tim memastikan kondisi lansia sekaligus melakukan pendataan awal terkait identitas serta kondisi sosial yang bersangkutan.

Hasil pendataan selanjutnya akan dilaporkan dan diusulkan ke tingkat provinsi agar dapat menjadi perhatian dalam program bantuan sosial.

Selain temuan di Desa Gio, beberapa unggahan di media sosial Facebook belakangan ini juga menampilkan kondisi lansia yang disebut hidup sendiri tanpa keluarga di wilayah Kabupaten Parigi Moutong.

Dalam unggahan tersebut terlihat sejumlah lansia berada dalam kondisi memprihatinkan dan disebut tidak memiliki keluarga yang merawat mereka.

Informasi yang beredar menyebutkan bahwa temuan lansia tersebut berada di beberapa wilayah, seperti Kecamatan Mepanga, Tomini, hingga Palasa.

Pejabat Fungsional Penyuluh Sosial Ahli Muda Dinas Sosial Kabupaten Parigi Moutong, Marlina, mengatakan pihaknya mengetahui adanya lansia yang hidup sendiri di tengah masyarakat.

Namun, untuk penanganan khusus terhadap lansia yang benar-benar terlantar masih menghadapi keterbatasan anggaran, Selasa (17/3/2026).

“Untuk lansia yang hidup sendiri seperti itu sebenarnya belum ada anggaran khusus. Program yang ada saat ini lebih banyak menyasar lansia yang masih produktif. Itu pun biasanya melalui proposal dan merupakan program dari provinsi,” ujar Marlina saat diwawancarai.

Ia menjelaskan bahwa bantuan bagi lansia saat ini sebagian besar disalurkan melalui Program Keluarga Harapan (PKH), termasuk bagi kategori lansia maupun lansia disabilitas yang menjadi penerima PKH.

“Untuk bantuan lansia sudah ada melalui PKH dan PKH lansia disabilitas. Namun, untuk lansia yang benar-benar rentan seperti yang ditemukan di lapangan, sebenarnya bisa masuk dalam pendataan, hanya saja saat ini belum ada anggaran khusus,” katanya.

Meski demikian, Dinas Sosial membuka kemungkinan untuk menindaklanjuti temuan tersebut apabila tersedia data lengkap terkait identitas lansia yang bersangkutan.

“Kalau ada data lengkap dari lansia yang ditemukan itu, kami bisa usulkan untuk didata oleh Dinas Sosial,” ujarnya.(Cr5)

 

 

 

 

Editor : Muchsin Siradjudin
#Hasil pendataan #Tim rehabilisasi sosial #Belum ada anggaran khusus #Lansia hidup sendiri tanpa keluarga