Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Senator Febriyanthi Hongkiriwang Dorong Perbaikan Infrastruktur Listrik di Sulawesi Tengah dalam Rapat PLN di Luwuk

Ilham Nusi • Senin, 16 Maret 2026 | 21:58 WIB

RAKOR: Senator Febriyanthi Hongkiriwang bersama kepala daerah dan pimpinan PLN usai rakor yang berlangsung di Luwuk, Banggai, Jumat (13/3/2026). (FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU)
RAKOR: Senator Febriyanthi Hongkiriwang bersama kepala daerah dan pimpinan PLN usai rakor yang berlangsung di Luwuk, Banggai, Jumat (13/3/2026). (FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU)

RADAR PALU - Anggota DPD RI daerah pemilihan Sulawesi Tengah, Febriyanthi Hongkiriwang, mendorong percepatan perbaikan infrastruktur listrik di Sulawesi Tengah saat menghadiri Rapat Koordinasi Sistem Kelistrikan bersama PT PLN (Persero), Jumat (13/3/2026).

Rapat koordinasi yang berlangsung di di sebuah hotel di Luwuk, Kabupaten Banggai ini membahas berbagai persoalan kelistrikan, termasuk upaya meningkatkan keandalan listrik dan meminimalkan pemadaman listrik di sejumlah wilayah Sulawesi Tengah.

Forum koordinasi tersebut turut dihadiri Bupati Banggai Amirudin, Bupati Morowali Utara Delis Julkarson Hehi, Direktur Manajemen Pembangkitan PT PLN (Persero) Rizal Calvary Marimbo, General Manager UIP Sulawesi I Gusti Made Aditya San Adhinatha, serta General Manager UID Suluttenggo Usman Bangung.

Dalam rapat tersebut, Febriyanthi menegaskan bahwa Morowali, Morowali Utara, dan Banggai merupakan kawasan dengan pertumbuhan ekonomi paling pesat di Sulawesi Tengah. Karena itu, daerah industri tersebut membutuhkan pasokan listrik yang stabil dan infrastruktur kelistrikan yang andal.

"Morowali, Morowali Utara, dan Banggai adalah wilayah dengan pertumbuhan ekonomi yang sangat cepat di Sulawesi Tengah. Tidak elok jika daerah dengan aktivitas ekonomi tinggi justru masih sering mengalami gangguan listrik," ujar Febriyanthi.

Menurutnya, penguatan sistem kelistrikan harus berjalan seiring dengan laju pertumbuhan investasi dan industri di wilayah tersebut.

Dalam kesempatan itu, Febriyanthi juga menyampaikan apresiasi kepada PLN atas penyelesaian Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) yang menghubungkan wilayah Poso, Morowali Utara, hingga Morowali.

Menurutnya, proyek tersebut membantu meningkatkan kualitas jaringan listrik di kawasan tersebut.

"Saya berterima kasih karena SUTT dari Morowali hingga Morowali Utara sampai Poso sudah semakin baik," katanya.

Selain itu, ia juga mengapresiasi respons cepat PLN dalam menindaklanjuti laporan masyarakat terkait gangguan listrik.

"Setiap laporan yang kami sampaikan sudah mendapat tanggapan. Itu memberi harapan bahwa persoalan kelistrikan benar-benar diperhatikan," ujarnya.

Febriyanthi juga mengungkapkan upayanya menjembatani koordinasi antara PLN dan Pemerintah Kabupaten Morowali Utara untuk melakukan pembersihan jaringan listrik secara gotong royong (mapalus).

Menurutnya, langkah ini penting untuk mencegah gangguan listrik akibat pohon atau vegetasi yang mengganggu jaringan.

"Kalau PLN tidak mampu mengerjakan sendiri, saya siap memediasi dengan pemerintah daerah supaya kita kerjakan bersama-sama," tegasnya.

Ia menambahkan bahwa stabilitas listrik menjadi sangat penting, terutama menjelang Idul Fitri, ketika masyarakat sangat sensitif terhadap pemadaman listrik.

Febriyanthi juga menyebut sejumlah wilayah yang masih menghadapi persoalan kelistrikan, seperti Kabupaten Tojo Unauna, Banggai, Banggai Kepulauan, dan Banggai Laut.

Menurutnya, sebagian gangguan listrik terjadi karena jaringan lama yang belum sepenuhnya diperbarui.

Febriyanthi berharap PLN dapat mempercepat interkoneksi jaringan transmisi listrik untuk memperkuat sistem kelistrikan di wilayah tersebut.

"Kami berharap ada solusi jangka panjang, termasuk interkoneksi jaringan transmisi dari Luwuk, Tojo Una-Una hingga Tentena," jelasnya.

Sementara itu, Direktur Manajemen Pembangkitan PLN, Rizal Calvary Marimbo, menegaskan bahwa PLN telah menyiapkan berbagai langkah untuk mengatasi persoalan kelistrikan di Sulawesi Tengah.

Menurutnya, stabilitas pasokan listrik menjadi prioritas, terutama selama bulan Ramadan.

"Kami memahami bahwa di bulan Ramadan kebutuhan listrik masyarakat meningkat. Pemadaman tentu akan menimbulkan banyak keluhan pelanggan," kata Rizal.

PLN, tambah Rizal, akan terus melakukan evaluasi terhadap kondisi jaringan serta mempercepat perbaikan infrastruktur kelistrikan di wilayah yang masih rawan gangguan.(***)

Editor : Muchsin Siradjudin
#Rapat koordinasi #Pertumbuhan ekonomi paling pesat #Membangun fasilitas kelistrikan #Percepatan perbaikan infrastruktur