RADAR PALU - Durasi musim kemarau tahun 2026 di wilayah Sulawesi Tengah diprakirakan bervariasi antar Zona Musim (ZOM). Di beberapa wilayah, kemarau bahkan diprediksi berlangsung lebih lama hingga lebih dari tiga dasarian dibanding kondisi normal.
Berdasarkan informasi yang disampaikan melalui platform Gaw Lore Lindu Bariri, sekitar 13 ZOM atau 45 persen wilayah diperkirakan mengalami durasi kemarau yang lebih panjang dari normal.
Durasi kemarau yang lebih panjang sekitar satu dasarian diprakirakan terjadi di sebagian kecil wilayah Banggai, Morowali Utara, Donggala, dan Sigi.
Sementara itu, kemarau yang lebih panjang hingga dua dasarian diprediksi meliputi sebagian besar wilayah Banggai, serta sebagian wilayah Sigi, Poso, Parigi Moutong, dan Donggala.
Adapun durasi kemarau yang lebih panjang hingga lebih dari tiga dasarian berpotensi terjadi di wilayah Banggai Kepulauan dan Banggai Laut, serta sebagian wilayah Tojo Una-Una, Parigi Moutong, Buol, Poso, Morowali, dan Morowali Utara.
Selain itu, sekitar 4 ZOM atau 14 persen wilayah diprediksi memiliki durasi musim kemarau yang sama dengan kondisi normal, yang mencakup sebagian besar wilayah Morowali Utara, Morowali, dan Parigi Moutong, serta sebagian kecil wilayah Tojo Una-Una dan Donggala.
Jika dilihat dari panjang durasinya, musim kemarau di Sulawesi Tengah diperkirakan berlangsung dengan variasi yang cukup lebar, mulai dari kemarau singkat hingga sangat panjang.
Kemarau singkat (3–6 dasarian) diprakirakan terjadi pada 3 ZOM atau sekitar 10 persen wilayah, meliputi sebagian besar wilayah Tojo Una-Una dan Morowali Utara, serta sebagian kecil wilayah Morowali dan Banggai.
Kemarau menengah (7–9 dasarian) diperkirakan terjadi pada 9 ZOM atau 31 persen wilayah, yang mencakup Toli-Toli, sebagian besar Buol, Poso, Sigi, dan Morowali, serta sebagian wilayah Banggai, Morowali Utara, Parigi Moutong, Tojo Una-Una, dan Donggala.
Sementara itu, kemarau panjang (10–12 dasarian) diprediksi terjadi di sebagian besar wilayah Donggala dan Parigi Moutong, serta sebagian kecil wilayah Sigi.
Kemarau dengan durasi 13–15 dasarian diprakirakan terjadi pada sebagian wilayah Buol, Tojo Una-Una, dan Donggala.
Sedangkan kemarau sangat panjang dengan durasi lebih dari 18 dasarian diprediksi terjadi di wilayah Banggai, Banggai Kepulauan, dan Banggai Laut, serta sebagian kecil wilayah Tojo Una-Una dan Parigi Moutong.
Selain itu, terdapat 4 ZOM atau sekitar 14 persen wilayah yang masuk dalam Tipe 1 Musim, meliputi Kota Palu serta sebagian wilayah Sigi, Donggala, Parigi Moutong, dan Poso.
Dengan perbedaan durasi musim kemarau tersebut, wilayah yang diprediksi mengalami kemarau lebih panjang diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi keterbatasan air serta risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Sebaliknya, daerah dengan durasi kemarau yang lebih singkat berpeluang lebih cepat memasuki musim hujan sehingga dapat melakukan penyesuaian jadwal tanam dan pengelolaan sumber daya air lebih awal.(*)
Editor : Mugni Supardi