Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Operasi Pasar Murah Jelang Lebaran, Pemprov Sulteng dan Pemkab Parimo Stabilkan Harga Pangan

Muchsin Siradjudin • Selasa, 10 Maret 2026 | 13:44 WIB


ANTUSIAS : Masyarakat berbondong bondong padati pasar murah, harga bahan pokok lebih terjangkau, Selasa 10 Maret 2026.(FOTO: RAHMAT FADHIL/RADAR PALU)
ANTUSIAS : Masyarakat berbondong bondong padati pasar murah, harga bahan pokok lebih terjangkau, Selasa 10 Maret 2026.(FOTO: RAHMAT FADHIL/RADAR PALU)

RADAR PALU – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menggandeng Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Parigi Moutong menggelar operasi pasar murah guna membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Kegiatan ini dilaksanakan di dua lokasi berbeda. Hari pertama digelar di Kelurahan Loji (Selasa, 10 Maret 2026), sementara untuk hari kedua rencananya akan dilanjutkan di Taman Masigi (Rabu, 11 Maret 2026), Parigi.

Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Provinsi Sulawesi Tengah, Abdul Rahman, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pemerintah untuk menjaga stabilitas harga serta memastikan ketersediaan bahan pokok menjelang hari besar keagamaan.

Menurutnya, menjelang Lebaran biasanya terjadi peningkatan permintaan kebutuhan pokok yang berpotensi memicu kenaikan harga di pasaran. Karena itu, pemerintah hadir melalui operasi pasar murah dengan memberikan sejumlah subsidi pada beberapa komoditas penting.

“Program ini bertujuan untuk stabilisasi harga sekaligus memastikan stok bahan pokok tetap terjaga. Harapannya masyarakat tidak panik menjelang Lebaran karena kebutuhan pokok sudah tersedia dengan harga yang lebih terjangkau,” ujar Abdul Rahman saat ditemui di lokasi kegiatan, Selasa (10/3/2026).

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah bahan pokok dijual dengan harga subsidi, di antaranya minyak goreng, gula pasir, beras, bawang merah, bawang putih, serta telur ayam.

Beberapa komoditas didatangkan dari berbagai sumber. Bawang merah dan bawang putih dipasok dari Kota Palu, beras berasal dari Bulog serta petani lokal, sementara telur ayam juga didatangkan dari Palu.

Pemerintah menyediakan stok yang cukup besar untuk dua hari pelaksanaan kegiatan. Di antaranya 600 rak telur, 4 ton beras, 2.000 liter minyak goreng, 200 kilogram bawang merah dan bawang putih, serta 1 ton gula pasir.

Khusus untuk telur ayam, pemerintah memberikan subsidi sekitar Rp16 ribu per rak. Sementara gula pasir mendapatkan subsidi sekitar Rp3.500, sehingga dijual kepada masyarakat dengan harga sekitar Rp14 ribu per kilogram.

Untuk memastikan distribusi merata, pemerintah juga menerapkan pembatasan pembelian bagi masyarakat. Salah satunya minyak goreng yang dibatasi maksimal dua liter untuk setiap KTP.

Sementara itu, Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Parigi Moutong, Elis, menjelaskan bahwa pihak kabupaten berperan dalam mendukung pelaksanaan kegiatan di daerah.

Menurutnya, Disperindag Parigi Moutong menyiapkan lokasi kegiatan serta membantu menyediakan personel agar distribusi bahan pokok kepada masyarakat berjalan tertib.

“Kami dari daerah membantu menyiapkan tempat serta personel di lapangan agar kegiatan berjalan lancar dan masyarakat bisa mendapatkan bahan pokok dengan mudah,” jelas Elis.

Ia berharap kegiatan operasi pasar murah tersebut benar-benar dapat membantu masyarakat Parigi Moutong dalam memenuhi kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Dengan adanya pasar murah ini, pemerintah berharap tekanan harga di pasar dapat dikendalikan sekaligus memastikan masyarakat tetap mampu membeli kebutuhan pangan utama menjelang Lebaran. (cr5)

 

  

 

Editor : Muchsin Siradjudin
#Kegiatan berjalan lancar #Operasi pasar murah #Memenuhi kebutuhan pokok #Membantu masyarakat