RADAR PALU - Sebanyak 19 kelompok baru penerima manfaat di Kecamatan Bungku Utara mulai mengembangkan usaha setelah Bupati Morowali Utara (Mout) Delis Julkarson Hehi menyerahkan Bantuan Keuangan Khusus (BKK), Senin (9/3/2026).
Penyerahan bantuan yang berlangsung di halaman Kantor Camat Bungku Utara itu juga mencakup 25 kelompok pengembangan, sehingga total terdapat 44 kelompok usaha desa penerima BKK tahun 2025.
Program ini menjadi strategi Pemerintah Kabupaten Morowali Utara untuk memperkuat ekonomi desa dan memperluas peluang usaha masyarakat.
Bupati Delis menjelaskan bahwa 19 kelompok baru penerima BKK di Bungku Utara diharapkan mampu memulai usaha produktif yang berdampak langsung pada peningkatan pendapatan masyarakat.
Selain kelompok baru, pemerintah daerah juga memberikan bantuan kepada 25 kelompok usaha yang sedang mengembangkan bisnisnya.
"Selamat kepada seluruh penerima bantuan. Program ini kami jalankan agar usaha masyarakat berkembang dan dampak ekonomi bisa dirasakan hingga ke desa-desa," kata Delis.
Di kesempatan itu hadir Wabup Morut H Djira Kendjo, Sekretaris Dinas PMD Charles Toha, dan Camat Bungku Utara Asgar Lawahe. Nampak pula Pelaksana tugas Kepala Dinas Perikanan Morut Pitosmo Lameanda, Anggota DPD RI sekaligus Ketua TP-PKK Morut Febriyanthi Hongkiriwang, Ketua I TP-PKK Morut Widyawati Malla serta dua anggota DPRD Morut.
Bupati Delis lantas meminta penerima bantuan memanfaatkan dana tersebut secara produktif dan menjadikannya sebagai modal untuk memperluas usaha.
"Semua usaha besar berawal dari usaha kecil. Kelola bantuan ini dengan baik agar usaha berkembang dan memberi manfaat bagi keluarga serta masyarakat," ujarnya.
Sejak 2022 hingga 2025, Pemkab Morut telah menyalurkan BKK kepada 253 kelompok usaha dengan total dana sekitar Rp11 miliar
Dalam periode yang sama, angka kemiskinan Morut turun dari lebih dari 14 persen menjadi sekitar 10 persen, sehingga sekitar 6.000 warga berhasil keluar dari garis kemiskinan.
Berdasarkan data rapat koordinasi pengentasan kemiskinan, Morut mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sulawesi dan peringkat kedua secara nasional pada tahun 2025.
Bupati Delis menegaskan bahwa program BKK terbukti memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Capaian tersebut lahir dari berbagai program pemberdayaan ekonomi masyarakat yang pemerintah jalankan secara konsisten di tingkat desa.
Pemerintah daerah terus memperluas program BKK untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.
"Pengentasan kemiskinan ini berjalan merata hingga ke desa-desa atau dilakukan secara inklusif," sebut Delis.(***)
Editor : Muchsin Siradjudin