Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Bappelitbangda: Fasilitas Sekolah Terpencil Masih Terbatas

Muchsin Siradjudin • Senin, 9 Maret 2026 | 14:07 WIB


MIRIS : Bappelitbangda Parigi Moutong, menanggapi kondisi sejumlah sekolah yang masih kesulitan mendapatkan buku pelajaran yang layak. Foto diambil Senin (9/3/2026).(FOTO: RAHMAT FADHIL/RADAR PALU)
MIRIS : Bappelitbangda Parigi Moutong, menanggapi kondisi sejumlah sekolah yang masih kesulitan mendapatkan buku pelajaran yang layak. Foto diambil Senin (9/3/2026).(FOTO: RAHMAT FADHIL/RADAR PALU)

RADAR PALU – Persoalan fasilitas pendidikan di wilayah terpencil Kabupaten Parigi Moutong masih menjadi tantangan serius. Sejumlah sekolah di Kecamatan Palasa dan Sidoan dilaporkan masih menghadapi keterbatasan sarana belajar, terutama ketersediaan buku pelajaran serta akses menuju lokasi sekolah yang masih sulit dijangkau.

Kondisi ini memunculkan kekhawatiran masyarakat terhadap kualitas proses belajar mengajar di daerah tersebut. Pasalnya, keterbatasan fasilitas dikhawatirkan dapat berdampak pada kemampuan siswa dalam mengikuti materi pelajaran secara optimal.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Parigi Moutong, Irwan, S.Km., M.Kes, mengakui bahwa masih ada sejumlah sekolah di wilayah terpencil yang belum sepenuhnya mendapatkan fasilitas pendidikan yang memadai.

Menurut Irwan, faktor geografis menjadi salah satu kendala utama dalam pemerataan pembangunan, termasuk dalam penyediaan sarana pendidikan bagi sekolah yang berada jauh dari pusat pemerintahan.

“Memang masih ada sekolah di wilayah terpencil seperti di Kecamatan Palasa dan Sidoan yang menghadapi keterbatasan akses maupun sarana belajar seperti buku. Hal ini menjadi perhatian pemerintah daerah,” ujar Irwan, Senin (9/3/2026)

Ia menjelaskan, pemerintah daerah melalui Bappelitbangda terus mendorong agar persoalan pendidikan di wilayah terpencil dapat menjadi prioritas dalam perencanaan pembangunan daerah.

Menurutnya, melalui perencanaan yang matang, berbagai program pembangunan dapat diarahkan untuk meningkatkan pemerataan akses pendidikan di seluruh wilayah Kabupaten Parigi Moutong.

“Kami terus berupaya melalui perencanaan pembangunan daerah agar kebutuhan pendidikan di wilayah terpencil dapat terakomodasi secara bertahap,” jelasnya.

Irwan menambahkan, langkah tersebut juga sejalan dengan program pembangunan yang dicanangkan oleh Gubernur Sulawesi Tengah yang menekankan pentingnya pemerataan pembangunan, termasuk di sektor pendidikan.

Ia menilai, sinergi antara pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi sangat diperlukan untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan pendidikan di wilayah yang selama ini masih mengalami keterbatasan fasilitas.

Selain peningkatan sarana belajar seperti buku pelajaran, pemerintah daerah juga terus mendorong pembangunan infrastruktur penunjang agar akses menuju sekolah di daerah terpencil dapat lebih mudah dijangkau.

Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, pemerintah berharap kondisi sekolah di wilayah terpencil seperti di Kecamatan Palasa dan Sidoan dapat terus mengalami perbaikan secara bertahap, sehingga para siswa tetap mendapatkan hak pendidikan yang layak meski berada jauh dari pusat kota.

Di sisi lain, masyarakat berharap perhatian terhadap sekolah-sekolah terpencil tidak hanya berhenti pada perencanaan, tetapi juga diwujudkan melalui langkah nyata di lapangan.

Minimnya buku pelajaran dan sulitnya akses menuju sekolah dinilai menjadi persoalan yang perlu segera mendapatkan solusi agar tidak terus menghambat proses belajar para siswa. (Cr5)

 

 

Editor : Muchsin Siradjudin
#Kabupaten Parigi Moutong #Pemerataan pembangunan #Fasilitas pendidikan di wilayah terpencil #Ketersediaan buku pelajaran