Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Penemuan Spesies Ngengat Baru Jadi Pengingat Jaga Hutan Sulteng

Mugni Supardi • Minggu, 8 Maret 2026 | 22:29 WIB

Kondisi hutan di Sulawesi Tengah yang harus tetap dijaga kelestariannya. Dari data BRIN, bahwa spesies ngengat baru yang endemik Sulawesi, salah satunya tercatat ditemukan di Sulawesi Tengah.
Kondisi hutan di Sulawesi Tengah yang harus tetap dijaga kelestariannya. Dari data BRIN, bahwa spesies ngengat baru yang endemik Sulawesi, salah satunya tercatat ditemukan di Sulawesi Tengah.

RADAR PALU – Periset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menemukan spesies ngengat baru yang endemik Sulawesi, salah satunya tercatat ditemukan di Sulawesi Tengah.

Penemuan tersebut menjadi bukti bahwa kawasan hutan di Indonesia, khususnya di wilayah timur, masih menyimpan kekayaan biodiversitas yang besar.

Penemuan tersebut diumumkan melalui unggahan resmi Instagram BRIN (@brin_indonesia). Dalam penelitian itu, ilmuwan menemukan dua spesies ngengat baru dari Indonesia timur, masing-masing berasal dari Papua dan Sulawesi.

Kedua spesies tersebut adalah Glyphodella fojaensis dari Pegunungan Foja, Papua, serta Chabulina celebesensis yang ditemukan di wilayah Sulawesi, termasuk Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Utara.

Hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal internasional Raffles Bulletin of Zoology edisi Februari 2026 melalui artikel berjudul Description of two new endemic species of the closely related genera Glyphodella and Chabulina from Indonesia.

Penelitian tersebut dilakukan oleh periset Hari Sutrisno dan Rosichon Ubaidillah.

BRIN menjelaskan bahwa kedua spesies ngengat tersebut merupakan serangga nokturnal atau aktif pada malam hari.

Selain itu, masing-masing spesies memiliki ciri morfologi yang khas sehingga dapat dibedakan secara ilmiah.

Spesies Glyphodella fojaensis memiliki ciri berupa bercak kuning bulat pada sayap depan, sedangkan Chabulina celebesensis memiliki pola garis khas pada sayapnya.

Perbedaan pola sayap dan struktur organ reproduksi atau genitalia menjadi salah satu kunci identifikasi dalam penelitian taksonomi serangga.

BRIN menyebutkan penemuan ini menunjukkan bahwa hutan Indonesia masih menyimpan banyak misteri biodiversitas yang belum sepenuhnya terungkap.

Penemuan spesies baru tersebut sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga kelestarian hutan sebagai habitat berbagai organisme endemik.(*)

Editor : Mugni Supardi
#biodiversitas indonesia timur #ngengat baru sulawesi #glyphodella fojaensis #chabulina celebesensis #brin spesies baru #penemuan brin biodiversitas #spesies baru sulawesi tengah #penelitian brin sulawesi