RADAR PALU – Sebanyak 318 keluarga di Desa Sidondo 1, Kabupaten Sigi, menerima paket kebutuhan pangan menjelang Ramadan 1447 Hijriah. Bantuan ini merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Sigi dan Yayasan Islamic Relief Indonesia, Senin (2/3/2026).
Program ini menyasar rumah tangga miskin, khususnya kelompok miskin ekstrem pada desil 1, yang masih merasakan dampak panjang bencana alam dan tekanan ekonomi beberapa tahun terakhir.
Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae menegaskan, kondisi geografis Sigi yang rawan bencana membuat banyak warga harus berjuang ekstra untuk memulihkan ekonomi keluarga.
“Kita tahu bersama, Sigi ini wilayah yang rentan terhadap gempa, likuifaksi, banjir hingga longsor. Dampaknya tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga memukul ekonomi masyarakat. Banyak yang kehilangan mata pencaharian,” ujarnya.
Menurutnya, bantuan paket Ramadan ini diharapkan dapat mengurangi beban belanja keluarga selama bulan puasa, sehingga masyarakat bisa lebih fokus menjalankan ibadah.
Sebelumnya, distribusi serupa telah dilakukan di Desa Sidondo 2 untuk 113 keluarga. Sementara itu, penyaluran berikutnya direncanakan berlangsung di Desa Ngatabaru dengan 283 paket. Secara keseluruhan, total bantuan yang telah tersalurkan mencapai 770 keluarga penerima manfaat.
Adapun isi paket sembako meliputi beras 15 kilogram, gula 2 kilogram, minyak goreng 2 kilogram, telur satu rak, roti satu pack, agar-agar tiga pack, tepung 1 kilogram, mentega 250 gram, kecap satu botol, dan garam 500 gram.
Koordinator Islamic Relief Sulteng, Fahmi Rahmatna, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program Ramadan yang telah dimulai sejak awal bulan suci.
“Kami memastikan bantuan ini diterima oleh masyarakat yang benar-benar berhak. Kami juga membuka gerai donasi Ramadan untuk mengajak masyarakat Sulteng ikut berbagi,” katanya.
Fahmi menambahkan, dukungan pemerintah daerah hingga tingkat desa sangat membantu kelancaran pendataan dan distribusi bantuan agar tepat sasaran.
Kolaborasi ini diharapkan tidak berhenti pada momentum Ramadan semata, tetapi menjadi bagian dari upaya bersama dalam memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat Sigi, terutama bagi keluarga yang masih berjuang bangkit dari berbagai tekanan hidup.(***)
Editor : Muchsin Siradjudin