RADAR PALU - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morowali Utara (Morut), melakukan kunjungan silaturahmi dan kaji banding ke Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Jumat (6/2/2026).
Kunjungan ini bertujuan mempelajari pengelolaan Forum Corporate Social Responsibility (CSR) dan implementasi Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) yang dinilai berhasil diterapkan di Muara Enim.
Rombongan dipimpin langsung oleh Bupati Morowali Utara Delis Julkarson Hehi, didampingi Sekretaris Kabupaten Musda Guntur, bersama jajaran perangkat daerah terkait.
Bupati Muara Enim H. Edison dan Wakil Bupati Hj. Sumarni menerima rombongan secara resmi di Balai Serasan Sekundang, Kabupaten Muara Enim.
Pemkab Morut memfokuskan kunjungan ini pada penguatan sinergi antarpemerintah daerah serta pembelajaran tata kelola CSR perusahaan dan SIPD. Kedua kabupaten memiliki kesamaan potensi wilayah, terutama di sektor pertambangan dan perkebunan, sehingga pengalaman Muara Enim dinilai relevan untuk diterapkan.
Bupati Delis menyampaikan bahwa kunjungan ini lahir dari semangat belajar dari daerah yang telah lebih maju dalam tata kelola pemerintahan dan pembangunan daerah.
Delis menjelaskan bahwa Morut menghadapi tantangan fiskal yang cukup besar. Pada awal tahun anggaran berjalan, APBD Morut mencapai sekitar Rp1,7 triliun. Namun, kebijakan pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD) menurunkan APBD menjadi sekitar Rp1,35 triliun, sehingga terjadi efisiensi anggaran sekitar Rp350 miliar.
Kondisi tersebut mendorong Pemkab Morut untuk memperkuat sinkronisasi program CSR perusahaan dengan visi, misi, dan program prioritas pemerintah daerah.
"Kami datang dengan semangat belajar. Morowali Utara masih relatif muda, memiliki potensi besar di sektor tambang dan perkebunan, tetapi kemampuan fiskal kami terbatas. Karena itu, kami ingin belajar bagaimana Muara Enim menyinergikan CSR perusahaan dengan program prioritas daerah," ujar Delis.
Ia menegaskan bahwa pengelolaan CSR di Morut masih perlu penguatan, terutama agar program CSR benar-benar mendukung pembangunan daerah dan menjawab kebutuhan masyarakat.
Dalam diskusi dengan Sekkab Muara Enim, Delis memperoleh gambaran konkret tentang keberhasilan Forum CSR Muara Enim. Pemerintah daerah secara aktif mengarahkan perusahaan agar menyalurkan CSR pada program pembangunan yang belum terakomodasi APBD, termasuk melalui CSR tematik sesuai isu strategis daerah.
"Forum CSR di Muara Enim sangat efektif. Perusahaan membiayai program pembangunan yang tidak tertampung APBD. Praktik ini ingin kami terapkan di Morowali Utara," tambah Delis.
Selain CSR, Pemkab Morut juga mempelajari penerapan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) di Kabupaten Muara Enim. Daerah ini dikenal luas sebagai salah satu kabupaten dengan implementasi SIPD terbaik di Indonesia.
"Kami melihat SIPD di Muara Enim berjalan sangat optimal. Sistem ini penting untuk mewujudkan pemerintahan yang efektif, efisien, dan transparan," ujar Delis.
Untuk mendukung pembelajaran tersebut, Pemkab Morut turut melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berkaitan langsung dengan CSR dan SIPD agar transfer pengetahuan berjalan lebih cepat dan aplikatif.
Bupati Muara Enim H. Edison menyambut baik kunjungan tersebut dan menyatakan kesiapan pemerintahannya untuk berbagi praktik terbaik.
"Kami selalu mendorong perusahaan agar melaksanakan CSR yang sejalan dengan program prioritas pemerintah daerah. Dengan begitu, program tidak tumpang tindih dan manfaatnya langsung dirasakan masyarakat," jelas Edison.
Terkait SIPD, Edison menyebut bahwa Pemkab Muara Enim telah menerapkan SIPD secara 100 persen terintegrasi.
"Dengan SIPD, proses perencanaan, penganggaran, hingga pelaksanaan dapat dimonitor secara transparan dan terukur. Sistem ini meningkatkan akuntabilitas dan kinerja pemerintahan," ujarnya.
Kunjungan kaji banding ini diharapkan dapat memperkuat kerja sama antardaerah, khususnya dalam optimalisasi CSR perusahaan dan penguatan SIPD, guna mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan dan terintegrasi.(***)
Editor : Muchsin Siradjudin