RADAR PALU— Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mengambil langkah tegas dalam membenahi tata kelola penyaluran beasiswa daerah. Tahun 2026 ini, sistem lama yang menyalurkan dana langsung ke rekening pribadi mahasiswa resmi ditinggalkan. Sebagai gantinya, dana beasiswa akan dikirim langsung ke rekening perguruan tinggi.
Kebijakan ini diambil Dinas Pendidikan (Disdik) Sulawesi Tengah sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas dan akuntabilitas program beasiswa daerah. Fokus utamanya adalah memastikan uang negara benar-benar diterima oleh mahasiswa yang memenuhi syarat.
Kepala Dinas Pendidikan Sulteng, Firmanza, menegaskan bahwa perubahan skema ini bertujuan menutup celah penyimpangan yang selama ini berpotensi terjadi.
“Kita tidak mau lagi membayar langsung ke mahasiswa. Bisa saja IPK-nya tidak cukup, atau dia sudah menerima beasiswa dari pihak lain, bahkan sudah tidak aktif kuliah,” ujar Firmanza, Jumat (23/1/2026).
Menurut Firmanza, sistem transfer langsung ke kampus dinilai lebih aman dan terkontrol karena terintegrasi dengan data akademik mahasiswa. Dengan begitu, status keaktifan, capaian IPK, hingga potensi penerimaan beasiswa ganda bisa diverifikasi secara berlapis.
Saat ini, Disdik Sulteng tengah memprioritaskan proses verifikasi mahasiswa S1 kategori ongoing. Ada tiga syarat mutlak yang harus dipenuhi agar beasiswa dapat dicairkan. Pertama, mahasiswa harus aktif terdaftar dan menjalani perkuliahan. Kedua, tidak sedang menerima beasiswa dari lembaga lain. Ketiga, memenuhi standar Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal.
Untuk mahasiswa rumpun eksakta, IPK minimal ditetapkan 2,75, sedangkan non-eksakta wajib memiliki IPK minimal 3,00.
“Kalau tiga syarat ini terpenuhi, insyaallah akan kita bayarkan semuanya. Ini uang negara, jadi harus ada pertanggungjawaban dari kami dan juga dari penerima,” jelas Firmanza.
Ia menambahkan, kebijakan ini sekaligus menjadi upaya membangun kesadaran mahasiswa bahwa beasiswa bukan sekadar bantuan finansial, melainkan amanah negara yang harus dijaga dengan prestasi dan tanggung jawab akademik.
Firmanza memastikan, pencairan Beasiswa Berani Cerdas bagi mahasiswa S1 yang telah dinyatakan lolos verifikasi berkas akan dilakukan dalam waktu dekat. Pemerintah provinsi menargetkan proses pencairan berjalan cepat tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian.
Dengan skema baru ini, Pemprov Sulteng berharap program beasiswa benar-benar menjadi instrumen peningkatan kualitas sumber daya manusia, sekaligus memperkuat transparansi pengelolaan anggaran pendidikan daerah.***
Editor : Muhammad Awaludin