Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Bupati Delis Buka Raker POUK VIII Sulawesi Selatan dan Tenggara

Ilham Nusi • Minggu, 18 Januari 2026 | 13:53 WIB
CINDERAMATA: Ketua Panitia Raker POUK VIII Arman Purnama Marunduh, menyerahkan cinderamata kepada Bupati Morut Delis Julkarson Hehi.(FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU)
CINDERAMATA: Ketua Panitia Raker POUK VIII Arman Purnama Marunduh, menyerahkan cinderamata kepada Bupati Morut Delis Julkarson Hehi.(FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU)

RADAR PALU - Bupati Morowali Utara (Mort) Delis Julkarson Hehi secara resmi membuka Rapat Kerja Persekutuan Oikoumene Umat Kristen (Raker POUK) VIII se-Sulawesi Selatan dan Tenggara (Sulselra) yang berlangsung di Gereja POUK Kolonodale, Jumat (16/1/2026).

Pada kegiatan ini, Bupati Delis juga tampil sebagai pemateri perdana sekaligus mewakili Gubernur Sulawesi Tengah yang berhalangan hadir. Kehadiran orang nomor satu di daerah tersebut memperkuat dukungan pemerintah daerah terhadap gerakan Oikoumene lintas gereja.

Bupati Delis tiba bersama Anggota DPD RI dapil Sulteng Febriyanthi Hongkiriwang, serta Ketua PGIW Sulselra Pendeta Adrie Octavianus Massie. Jemaat dan peserta Raker POUK VIII menyambut rombongan dengan prosesi adat khas daerah.

Prosesi penyambutan berlangsung khidmat dengan iringan musik bambu, tarian tradisional Suku Mori, serta paduan suara anak-anak lintas denominasi gereja di Kolonodale.

Raker POUK VIII se-Sulselra digelar pada 16-18 Januari 2026 dengan tema 'Karena terang hanya membuahkan kebaikan, keadilan, dan kebenaran' (Efesus 5:9). Subtema yang diangkat ialah 'Bersama-sama mewujudkan masyarakat majemuk yang pancasilais dan berdamai dengan segenap ciptaan Allah'.

Dalam sambutannya, Bupati Morut menyampaikan rasa syukur atas pertumbuhan gerakan Oikoumene. Ia menilai persatuan lintas denominasi gereja sebagai kekuatan utama dalam menjaga harmoni sosial dan mendukung pembangunan daerah.

"Kami bersyukur melihat gereja-gereja di Morowali Utara mampu bergandengan tangan, bersinergi, dan saling menguatkan dalam pelayanan serta pembangunan daerah," ujar Delis.

Bupati menegaskan bahwa visi Pemkab Morut yakni Sehat, Cerdas, dan Sejahtera (SCS) membutuhkan dukungan aktif gereja, terutama dalam pembentukan karakter dan spiritual masyarakat.

"Gereja memiliki peran strategis dalam membangun masyarakat yang sehat secara rohani dan cerdas secara spiritual. Pemerintah daerah sangat menghargai kontribusi seluruh denominasi gereja," tegasnya.

Ia berharap Raker POUK VIII Sulselra mampu melahirkan program kerja yang aplikatif dan memberi dampak nyata bagi gereja, masyarakat, serta kehidupan berbangsa.

Sementara itu, Anggota DPD RI Febriyanthi Hongkiriwang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Raker POUK VIII. Ia mengajak seluruh peserta memanfaatkan forum ini untuk memperkuat persaudaraan dan toleransi.

"Raker ini menjadi momentum penting untuk mempererat kebersamaan lintas gereja dan menghadirkan nilai kasih di tengah masyarakat majemuk," ujar Febriyanthi.

Setelah pembukaan, Bupati Delis langsung menyampaikan materi perdana tentang peran gereja dalam pembangunan daerah, pelestarian lingkungan hidup, dan penguatan nilai kebangsaan.

Ketua Panitia Raker POUK VIII, Arman Purnama Marunduh yang juga Anggota DPRD Morut, menjelaskan bahwa Raker POUK Sulselra digelar empat tahun sekali dan diikuti 59 peserta dari unsur PGIW, Sekretariat Bersama (Sekber), dan jemaat gereja.

"Rapat kerja ini membahas program-program strategis POUK Sulselra untuk empat tahun ke depan," jelas Arman.

Pembukaan kegiatan turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Morowali Utara Arif Paskal Pokonda, para hamba Tuhan se-Kolonodale, serta pengurus dan Sekber POUK dari wilayah Sulselra. (***)



 

Editor : Muchsin Siradjudin
#Masyarakat majemuk #Pelestarian lingkungan hidup #Mempererat kebersamaan #Jemaat gereja