Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Surplus Beras 62 Ribu Ton, Produksi Pangan Kabupaten Sigi Terus Menguat

Muchsin Siradjudin • Rabu, 14 Januari 2026 | 17:06 WIB


Akib Ponulele (FOTO: ANGEL SUMBARA/RADAR PALU).
Akib Ponulele (FOTO: ANGEL SUMBARA/RADAR PALU).

RADAR PALU – Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), kian menegaskan posisinya sebagai salah satu daerah penyangga pangan di wilayah ini.

Pada tahun 2025, produksi beras di Kabupaten Sigi dipastikan mengalami surplus hingga 62 ribu ton, seiring meningkatnya hasil panen dan perluasan lahan pertanian.

Kepala Dinas (Kadis) Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Sigi, Akib Ponulele, menjelaskan bahwa kebutuhan beras masyarakat Kabupaten Sigi pada tahun 2025 diperkirakan sekitar 31 ribu ton, sementara total produksi beras mencapai 93 ribu ton.

“Dengan kebutuhan sekitar 31 ribu ton dan produksi mencapai 93 ribu ton, maka Kabupaten Sigi mengalami surplus sekitar 62 ribu ton beras,” ujar Akib, Rabu (14/1/2025).

Ia mengungkapkan, produksi beras di Kabupaten Sigi menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun. Berdasarkan data yang ada, pada tahun 2024 produksi beras tercatat sekitar 83 ribu ton, kemudian meningkat menjadi 93 ribu ton pada tahun 2025.

Menurut Akib, salah satu faktor utama yang mendorong peningkatan produksi beras tersebut adalah penambahan luas tanam, termasuk melalui program cetak sawah baru yang terus digalakkan Pemerintah Kabupaten Sigi.

“Kami berharap melalui program cetak sawah baru seluas 1.200 hektare di Kabupaten Sigi, produksi beras pada tahun-tahun mendatang dapat terus meningkat,” jelasnya.

Ia menambahkan, apabila program cetak sawah baru tersebut telah berfungsi penuh pada tahun 2026, maka Kabupaten Sigi diproyeksikan mampu menghasilkan sekitar 6.000 ton gabah siap giling yang dapat diolah menjadi beras.

“Kami optimistis produksi beras di Kabupaten Sigi akan terus meningkat dan surplus. Jika semua berjalan normal, Insya Allah hasilnya akan lebih baik, apalagi dengan dukungan program cetak sawah baru dan kondisi lapangan yang mendukung,” kata Akib.

Selain program pemerintah, Akib juga melihat adanya inisiatif mandiri masyarakat untuk membuka sawah baru, terutama setelah berfungsinya irigasi Gumbasa, yang ikut mendorong produktivitas pertanian di daerah tersebut.

Diketahui, berdasarkan hasil validasi Luas Baku Sawah (LBS) hingga Desember 2024, total luas lahan sawah di Kabupaten Sigi mencapai 15.280 hektare.

Di akhir, Akib berharap capaian surplus beras ini tidak hanya mampu menjaga ketahanan pangan daerah, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani, menekan fluktuasi harga beras, serta memperkuat peran Kabupaten Sigi sebagai lumbung pangan bagi Sulawesi Tengah ke depan.(gel)



  

Editor : Muchsin Siradjudin
#Kesejahteraan petani #Persiapan gabah padi #Meningkatkan produksi beras #Program cetak sawah baru