RADAR PALU - Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sigi melakukan penanaman perdana padi di lokasi cetak sawah baru Desa Tulo Rantea, Kecamatan Dolo, Jumat (26/12/2025).
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae bersama Danrem 132/Tadulako, sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Strategis Nasional Swasembada Pangan.
Penanaman perdana tersebut menandai dimulainya pemanfaatan lahan sawah baru yang telah disiapkan pemerintah untuk meningkatkan luas tanam dan produksi padi di Kabupaten Sigi.
Lahan ini diharapkan menjadi salah satu penopang ketahanan pangan daerah sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan bagi keluarga petani.
Dalam sambutannya di lokasi penanaman, Bupati Sigi menyampaikan bahwa penanaman perdana ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan awal dari upaya jangka panjang untuk meningkatkan kesejahteraan petani.
“Hari ini kita mulai dengan penanaman perdana. Ini adalah langkah awal yang ke depan harus kita jaga bersama agar benar-benar memberikan manfaat dan menjadi sumber penghasilan baru bagi para petani,” ujar Bupati Rizal Intjenae.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI, khususnya Korem 132/Tadulako, yang terus bersinergi dengan Pemerintah Daerah dalam mendukung program strategis Presiden Republik Indonesia di sektor pangan.
“Kami berterima kasih kepada TNI yang selalu hadir dan bersinergi dengan pemerintah daerah. Program swasembada pangan ini tidak bisa berjalan sendiri, tetapi membutuhkan kerja sama semua pihak,” katanya.
Lebih lanjut, Bupati menekankan pentingnya penguatan kelompok tani dalam mengelola lahan sawah baru tersebut. Menurutnya, pola kerja berbasis kelompok akan menghasilkan pengelolaan yang lebih teratur, efisien, dan berkelanjutan.
“Saya berharap petani tidak lagi bekerja sendiri-sendiri. Kelembagaan kelompok tani harus diperkuat agar hasil yang diperoleh bisa lebih maksimal,” tegasnya.
Selain itu, Bupati juga mengajak petani untuk mengubah pola kerja dan mindset bertani, termasuk memanfaatkan waktu secara lebih efektif di sawah.
“Manfaatkan waktu sebaik mungkin. Mulai bekerja sejak pagi setelah salat subuh, istirahat saat matahari tinggi, lalu lanjutkan kembali sore hari. Dengan pola kerja yang baik, hasilnya juga akan lebih baik,” ungkapnya.
Bupati menjelaskan bahwa program cetak sawah baru ini merupakan satu paket dukungan pemerintah, mulai dari penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan), bibit, pupuk, hingga dukungan pemasaran hasil panen.
“Pemerintah tidak hanya mencetak sawah, tetapi juga menyiapkan alsintan, bibit, pupuk, sampai pada pemasaran hasil panen yang nantinya bisa diserap Bulog, Perusda, dan mendukung Program Makan Bergizi Gratis,” jelasnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Kabupaten Sigi, Dandim 1306/KP, Kapolres Sigi, Kepala Balai Sungai Wilayah Sulawesi, Kepala Dinas TPHP Kabupaten Sigi, perwakilan Kejaksaan Negeri Sigi, Dinas TPHP Provinsi Sulawesi Tengah, Kantor Pertanahan Kabupaten Sigi, para penyuluh pertanian, Satgas Swasembada Pangan, P3A, serta kelompok tani.
Untuk Desa Tulo Rantea sendiri, luas lahan sawah yang mulai ditanami pada penanaman perdana ini mencapai sekitar 10 hektare.
Sementara itu, secara keseluruhan program cetak sawah di Kabupaten Sigi menargetkan total luas sekitar 4.000 hektare, yang akan dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama mencakup sekitar 1.200 hektare, sedangkan sisa lahan akan dilanjutkan pada tahap kedua.
Melalui penanaman perdana ini, Pemkab Sigi menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sektor pertanian sebagai fondasi ketahanan pangan daerah sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan keluarga petani secara berkelanjutan.(gel)
Editor : Muchsin Siradjudin