RADAR PALU – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 Kabupaten Tojo Una-Una menjadi ruang refleksi perjalanan pembangunan daerah kepulauan di Sulawesi Tengah. Upacara yang berlangsung di Lapangan Eks STQH Ampana, Kamis (18/12/2025), dipimpin langsung oleh Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid.
Tema “Semangat Bersama Membangun Tojo Una-Una yang Berbudaya, Sejahtera, dan Berkelanjutan” disebut Anwar Hafid selaras dengan arah pembangunan provinsi yang menempatkan budaya dan lingkungan sebagai fondasi utama.
Menurutnya, pembangunan tidak boleh tercerabut dari akar kearifan lokal. Tojo Una-Una dinilai sebagai contoh daerah yang mampu menjaga harmoni antara alam, tradisi, dan pembangunan.
“Nilai kebersamaan dan gotong royong adalah kekuatan utama masyarakat Tojo Una-Una,” ujar Anwar Hafid.
Ia menegaskan bahwa pembangunan ekonomi harus berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan, terutama di wilayah kepulauan yang memiliki kerentanan ekologis.
Capaian pembangunan juga tercermin dari data BPS. IPM Tojo Una-Una meningkat dari 69,04 pada 2024 menjadi 69,76 pada 2025. Penurunan angka kemiskinan dari 16,36 persen menjadi 14,67 persen turut menjadi indikator perbaikan kesejahteraan masyarakat.
Pariwisata bahari Kepulauan Togean kembali ditegaskan sebagai andalan daerah. Anwar Hafid menyebut kawasan tersebut sebagai mutiara pariwisata nasional yang harus dikelola secara berkelanjutan agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat lokal.
Melalui program 9 BERANI, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terus mendorong pemerataan pembangunan hingga ke wilayah kepulauan, termasuk pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan penguatan ekonomi masyarakat.
Komitmen konkret ditunjukkan dengan rencana pembangunan jalan lingkar kepulauan Tojo Una-Una yang akan dimulai pada 2026 untuk memperkuat konektivitas dan membuka akses ekonomi baru.
Nuansa simbolik juga tampak dalam pelaksanaan upacara. Seluruh personel upacara dipimpin oleh perempuan, yang disebut Anwar Hafid sebagai cerminan Perempuan BERANI Tojo Una-Una.
Peringatan HUT ke-22 ditutup dengan penyerahan bantuan cadangan pangan berupa 60 ton beras dan 2.000 paket sembako untuk rumah ibadah, sebagai bagian dari kepedulian sosial pemerintah daerah.***
Editor : Muhammad Awaludin