Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

PPIHH Gerah Masih Terjadi Penebangan Kayu Ebony secara Masif

Muksin Sirajuddin • Senin, 24 November 2025 | 16:42 WIB

 

MASIH DITEBANG : Inilah tumpukan kayu ebony yang kerap ditebang warga.(FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU).   
MASIH DITEBANG : Inilah tumpukan kayu ebony yang kerap ditebang warga.(FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU).  

RADAR PALU  - Katua Perhimpunan Pengusaha Industri Hasil Hutan (PPIHH) Sulawesi Tengah, Hasanuddin Mangge, dalam sebuah rilisnya kepada media Radar Palu Jawa Pos, merasa miris dan khawatir dengan keberadaan dan keberlangsungan kayu hitam (ebony).

Dijelaskannya, di beberapa tempat telah ditebang oleh orang yang tidak bertanggungjawab. Guna mencegah, Hasanudin menyurat ke Kementerian Kehutanan RI.

“ Berdasarkan kajian kami dan realita di lapangan, masih ada sisa eks tebangan kayu hitam (ebony) atau diosperus celebica di areal 5 HPH yaitu PT Sinar Kaili, PT Raslim, PT Gulat, PT Iradat Puri, dan  PT Tritunggal Ebony, “ ungkap Hasanudin.

Kini, kata dia, bermunculan kayu-kayu tersebu disebabkan kikisan hujan disepanjang aliran sungai, dan jurang.

“Hal ini sangat merugikan, karena di areal itu masih banyak kayu hitam akibat tebangan atau galian alat besar. Terjadi di kawasan hutan, tentu menjadi kewenangan bapak Menteri untuk mengatur seluruh isi hutan. Besar harapan kami, agar surat ini ditanggapi agar masih bisa dimanfaatkan masyarakat sekitar hutan, dan dapat membuat devisa buat negara, “ pintanya.

Menurut Hasanudin, setiap hari kayu hitam yang keluar dari 5 areal HPH tersebut rata-rata 30-50 M3 yang keluar sampai saat ini. Bukan lagi rugi tapi sudah merusak lingkungan.

Dengan hitungan 30 x 25 hari sama dengan 750 M3 per bulan kali 10 bulan sama dengan 7500 m3  dikali 920.000 plus $20 per M3, sama dengan 1.220.000 per M3. Atau setahun kerugian sebesar Rp 9,1 miliar per tahun.

“Inilah prediksi kami, dan kegiatan ini semamakin masif pengambilan kayu ebony dari hutan kawasan. Semoga ada jalan keluarnya, “ kata Hasanudin.(mch)

 

 

Editor : Muchsin Siradjudin
#PPIHH Sulteng gerah #Penebangan kayu hitam ebony #Secara masif #Negara dirugikan