Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Atlet Catur Soroti Pengurus Percasi Sulawesi Tengah, Muncul Gerakan Mosi Tidak Percaya, Tidak Becus Membina dan Memperhatikan Atletnya

Muksin Sirajuddin • Kamis, 13 November 2025 | 14:11 WIB
TIDAK DIPERHATIKAN : Inilah atlet Percasi Sulteng yang berlaga di Kejurnas Catur di Mamuju, Sulbar, tidak diperhatikan pengurus, Jumat (7/11/2025).(FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU).
TIDAK DIPERHATIKAN : Inilah atlet Percasi Sulteng yang berlaga di Kejurnas Catur di Mamuju, Sulbar, tidak diperhatikan pengurus, Jumat (7/11/2025).(FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU).

RADAR PALU – Betapa kecewanya atlet catur veteran Djoni Hatimura terhadap kepengurusan Persatuan Catur Indonesia (Percasi) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) yang tidak memperhatikan atlet saat berlaga di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur yang digelar di Mamuju Sulawesi Barat (Sulbar) baru-baru ini, 7 – 12 November 2025.

Beberapa atlet Percasi Sulteng berencana akan melakukan mosi tidak percaya kepada kepemimpinan Ketua Percasi Sulteng, dr. Tobing, M.Sc., Spot (K), ALFO-K PNP.

“Terus terang kami sangat kecewa dengan pengurus Percasi Sulawesi Tengah, “ kata Djoni Hatimura, atlet catur Sulteng yang baru saja berlaga di Kejurnas catur di Sulbar, Kamis (13/11/2025).

Diungkapkan Jhony, kekecewaannya disebabkan tidak sepeserpun bantuan Percasi Sulteng diberikan kepada atletnya, padahal mereka sudah audensi dan melaporkan persiapan mereka menuju Kejurnas.

Untung saja pecatur asal Kabupaten Buol ini masih dibantu uang saku dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buol ala kadarnya. Hingga berangkat bertarung, dan meraih posisi 10 besar.

Djoni Hatimura satu-satunya atlet Sulteng yang memperoleh predikat terbaik di iven catur nasional ini, meski tidak mendapatkan dukungan dana dari Pengurus Provinsi (Pengprov) Percasi Sulteng, yang tidak punya kepedulian.

Kepada media ini, Radar Palu Jawa Pos, Djoni Hatimura menuturkan, sejak di Kejuaraan Daerah (Kejurda) yang dipusatkan di Kabupaten Poso yang lalu, Percasi Sulteng juga tidak memberikan apa-apa kepada atletnya ini.

Meski begitu, Djoni Hatimura dan kawan-kawan terus berlatih dan berlatih sebagai persiapan menghadapi Kejurnas.

“Kekuatan kami bersama dua pelatih, dan satu orang wasit. Tetapi kami bisa mengikuti kursus wasit catur, “sebut Djoni Hatimura.

Masalah kronis Percasi Sulteng juga disampaikan ketua Pengurus Kabupaten (Pengkab) Donggala, Hairun. Dia mengatakan ketua Pengprov Percasi Sulteng tidak punya tanggungjawab terhadap atlet Percasi Sulteng.

“Ini sangat mencoreng nama baik para pecatur Sulteng diajang nasional. Karena banyak atlet yang berhak ikut, tetapi tidak dapat berangkat karena terkendala dana. Ini mengecewakan kami, “ tandas Hairun.

Mirisnya lagi, atlet plus pelatih, wasit asal Sulteng dan official hanya menginap di kos-kosan selama mengikuti Kejurnas.

Padahal atlet dari provinsi lain mendapatkan bantuan dana yang cukup besar. Misalnya atlet catur dari Provinsi Gorontalo meraih medali emas lantaran di backup penuh dengan dana segar ratusan juta.

Dikonfirmasi ke Ketua Umum Pengprov Percasi Sulawesi Tengah, dr Tobing, M.Sc., Spot (K), ALFO-K PNP, di nomor ponsel dan WhatsApp (WA) miliknya 0811450*** tidak menjawab. Terlihat di WA centang dua.(mch)

 

Editor : Muchsin Siradjudin
#Percasi Sulawesi Tengah #Disoroti #Tidak membantu pendanaan #Atlet akan melakukan mosi tidak percaya