RADAR PALU – Berdasarkan hasil monitoring lapangan yang dilaksanakan Badan Pangan Nasional (Bapanas) harga beras di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, masih di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) nasional.
Direktur Ketersediaan Pangan Bapanas, Indra Wijayanto, mengatakan hal tersebut diketahuinya setelah melakukan pengecekan di sejumlah pasar tradisional dan gudang BULOG Tolai di Kecamatan Torue.
Ia menyebutkan, khusus harga beras premium di Kabupaten Parimo, yakni senilai Rp 13.500 per kilogram. Sedangkan untuk medium dibandrol seharga Rp 10.900 per kilogram.
“Kondisi itu menunjukkan bahwa rantai pasok dan distribusi pangan di Kabupaten Parimo masih berjalan stabil,” ujar Indra dalam kunjungan kerjanya di Kabupaten Parimo pada Selasa (11/11/2025).
Ia bahkan mengaku tidak menemukan adanya indikasi pelanggaran harga di lapangan. Sehingga, langkah peneguran hanya akan dilakukan jika harga melebihi batas HET yang telah ditetapkan.
Namun, Bapanas menemukan adanya sejumlah pelaku usaha yang belum mencantumkan label premium atau medium pada kemasan beras yang mereka jual belikan.
Padahal, sesuai Peraturan Nomor 2 Tahun 2023 tentang label dan fotografi pangan, setiap kemasan beras wajib menampilkan informasi kategori secara jelas.
Selain memantau harga dan kualitas beras, kata dia, hal yang menjadi sorotan terkait pelaksanaan bantuan pangan pemerintah di Kabupaten Parimo.
Berdasarkan laporan, seluruh kriteria pelaksanaan bantuan telah memenuhi syarat baik dari segi kualitas maupun kuantitas.
“Jumlah penerima bantuan pangan di Kabupaten Parimo mencapai 42.036 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk periode dua bulan,” tandasnya.(roy)
Editor : Muchsin Siradjudin