Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Siaga Total, TNI-Polri-Pemkab di Touna Bersatu Hadapi Ancaman Puncak Bencana Hidrometeorologi

Muksin Sirajuddin • Kamis, 6 November 2025 | 12:29 WIB
SIAGA : TNI, Polri, hingga Pemkab Touna siaga hadapi bencana, di Mako Polres Touna, Rabu (5/11/2025).(FOTO: HERIYANTO LIMAHU/RADAR PALU).
SIAGA : TNI, Polri, hingga Pemkab Touna siaga hadapi bencana, di Mako Polres Touna, Rabu (5/11/2025).(FOTO: HERIYANTO LIMAHU/RADAR PALU).

RADAR PALU - Ancaman bencana hidrometeorologi yang diperkirakan memuncak hingga awal tahun 2026 disambut serius oleh seluruh stakeholder di Kabupaten Tojo Unauna (Touna).

Seluruh instansi terkait, mulai dari TNI, Polri, hingga pemerintah daerah, menggelar Apel Kesiapan Dalam Rangka Tanggap Darurat Bencana di Halaman Mako Polres Touna, Rabu (5/11/2025).

Apel gabungan yang dipimpin langsung oleh Wakapolres Touna, Kompol Mulyadi, ini dihadiri oleh perwakilan kunci Forkopimda, termasuk Danramil 1307-05 Ratolindo Lettu CKE. Risman, Kepala BPBD Sigit Labolong, dan Kasat Pol PP Herlina L. Sandewah.

Dalam apel tersebut, Kompol Mulyadi membacakan amanat Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., yang menekankan Indonesia sebagai negara dengan tingkat kerawanan bencana tertinggi.

Amanat tersebut secara spesifik menyoroti prediksi BMKG yakni 43,8 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan, dengan puncak dari November 2025 hingga Januari 2026.

"Meningkatnya curah hujan tersebut berpotensi mengakibatkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin puting beliung, hingga gelombang tinggi," bunyi amanat tersebut.

Selain itu, mulai November 2025 juga terdeteksi adanya fenomena La Niña yang meski diprediksi lemah, akan berpengaruh terhadap peningkatan intensitas hujan di wilayah selatan Indonesia, termasuk sebagian Sulawesi.

Apel ini bertujuan untuk mengecek kesiapan personel dan sarana prasarana dari seluruh instansi yang terlibat, sekaligus memperkuat sinergitas.

Peserta apel terdiri dari satu peleton perwakilan dari Polres Touna (Satsamapta, Satpolairud, Satlantas), satu peleton TNI, serta satu peleton dari Satpol PP, Dishub, dan BPBD.

Wakapolres Kompol Mulyadi menyampaikan bahwa kecepatan dan ketepatan respons adalah faktor utama keberhasilan penanganan bencana.

Untuk itu, Kapolri memberikan penekanan penting yang harus dilaksanakan oleh seluruh jajaran di Touna antara lain Deteksi Dini dan Pemetaan wilayah rawan bencana berkolaborasi dengan BMKG.

"Selain itu, Kesiapan Sarpras Optimal, termasuk peralatan evakuasi dan logistik harus dipastikan tersedia. Kedepankan Quick Response dalam evakuasi, penyaluran bantuan, dan trauma healing," ujar Wakapolres.

Wakapolres menegaskan agar selalu meningkatkan Koordinasi dan sinergitas dengan TNI, BPBD, Basarnas, dan seluruh stakeholder terkait dan Laksanakan Tugas Kemanusiaan dengan Empati, humanis dan profesional.

"Negara selalu hadir untuk melindungi setiap rakyat Indonesia dalam setiap situasi, terutama dalam menghadapi masa-masa sulit,” tegas Kompol Mulyadi, mengutip amanat Kapolri, yang menekankan bahwa tugas ini bukan sekadar tanggung jawab, melainkan juga panggilan moral dan wujud pengabdian tulus terhadap kemanusiaan.

Dengan digelarnya apel ini, jajaran TNI-Polri dan Pemda di Tojo Una Una menyatakan kesiapan penuh untuk menghadapi segala potensi bencana dan menjamin keselamatan masyarakat.(nto)

 

Editor : Muchsin Siradjudin
#Puncak bencana #Menghadapi ancaman #Siaga Total #Bersatu lembaga daerah