RADAR PALU - Sebagai bentuk solidaritas atas meninggalnya Driver Ojol Online ,sehingga beberapa Mahasiswa yang tergabung dala Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Morowali melakukan aksi damai di Kantor Polres Morowali,Desa Bente, Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah. Senin (01/09/2025).
Dalam keterangan secara tertulis Ketua HMI-MPO Cabang Morowali Yudhi Ardhiansyah mengatakan bahwa,ditengah janji negara menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, kenyataan yang terjadi di Jakarta Pusat menampar hati nurani kita semua.
Seorang driver ojol, bekerja keras yang hidup dari peluh dan tenaga demi keluarganya menjadi korban penabrakan. Namun hingga kini, pelaku masih bebas berkeliaran.
Pertanyaan besar pun muncul di manakah wajah hukum yang seharusnya berpihak pada rakyat kecil?
“Ilmu hukum modern bahwa negara berdiri atas prinsip rule of law. Supremasi hukum yang tidak boleh pandang bulu. Montesgiueu pernah menegaskan, kekuasaan tanpa hukum akan melahirkan Tirani titik namun apa yang kita saksikan hari ini justru sebaliknya:hukum tumpul ke atas, tajam ke bawah. Rakyat kecil ditindak tegas, sementara mereka yang berkuasa atau dekat dengan kekuasaan justru dilindungi, “ katanya.
Lebih dari itu, muncul indikasi adanya pembiaran terhadap kericuhan dan provokator yang sengaja menciptakan instabilitas di tengah masyarakat. Padahal, menurut Thomas Hobbes, negara dibentuk agar rakyat tidak jatuh dalam "perang semua melawan semua"( bellum omnium contra omnes).
Jika aparat negara justru membiarkan konflik, maka negara telah gagal menjalankan fungsi utamanya. Beberapa kasus pembakaran fasilitas umum tentunya sangat disayangkan, apalagi terdapat korban pasca kejadian tersebut. Parahnya adalah mereka mengatasnamakan masa aksi. Lantas siapa yang akan bertanggung jawab atas meninggalnya para korban?
Tidak berhenti di situ, gagalnya aparat menjaga rasa aman membuktikan bahwa institusi Kepolisian kita sedang menghadapi krisis kepercayaan yang sah.Tetapi otoritas itu hanya akan diakui bila dijalankan secara adil, transparan dan berpihak pada kepentingan rakyat. Bila tidak maka legitimasi negara akan runtuh.
"Oleh sebab itu, HMI-MPO Cabang Morowali menginginkan perjuangan Ini bukan sekedar perlawanan terhadap ketidakadilan Individual, melainkan bagian dari perjuangan kolektif rakyat untuk mengembalikan negara kepada jati dirinya. Melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, sebagaimana amanat undang-undang Dasar 1945,"ujarnya.
Berdasarkan alasan di atas, maka HMI-MPO Cabang Morowali menuntut, segera menangkap dan mengadili pelaku penabrakan driver ojol. Jangan ada impunitas ! Nyawa rakyat bukan angka. Copot dan ganti Kapolri, karena gagal menjamin rasa aman rakyat dan lemah dalam menindak aparat di bawahnya. Usut tuntas dalang kericuhan dan provokator. Jangan dibiarkan masyarakat dikorbankan oleh kepentingan kelompok tertentu.
Kemudian, menolak isu darurat militer yang dimanfaatkan segelintir orang. Kawal proses pemazulan Gibran yang digalang oleh purna Wirawan TNI. Kawal undang-undang perampasan aset koruptor. Bebaskan masak aksi (organik) yang ditangkap. Adili Jokowi dengan kasus ijazah palsu.
Kapolres Morowali AKBP Zulkarnain menerima dengan baik para mahasiswa Morowali yang tergabung dalam HMI-MPO Cabang Morowali. Terkait adanya beberapa daerah yang sedang melakukan aksi, dia mengimbau kepada masyarakat di Morowali agar saling menjaga ketertiban dan keamanan, agar kondisi tetap kondusif.
“Silakan menyampaikan aspirasinya dengan baik, tentunya yang dilindungi undang-undang. Saya percaya masyarakat Morowali yang bijak. Terima kasih adik-adik mahasiswa semoga kita tetap diberikan kesehatan,sehinga daerah ini tetap aman dan tertib, “ tandasnya.(pri)